Biografi Fatima Mernissi

  • Whatsapp

Koma.co.id– Terlahir sebagai seorang muslim di daerah yang mayoritas muslim, ternyata tidak terlepas dari perlakuan diskriminasi terhadap perempuan. Hal ini juga telah terjadi dalam sejarah manusia selama berabad-abad, termasuk pada masa Fatimah Mernissi. Ia mengalami diskriminasi gender dan merasa terbatas dalam melakukan aktivitas sosial dan politik. Namun, sebagai seorang akademisi dan aktivis feminis, Mernissi tergerak untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan kesetaraan gender yang lebih terfokus pada kondisi diskriminasi gender pada masa kontemporer, khususnya dalam masyarakat Muslim di Afrika Utara dan Timur Tengah.

Jejak Pendidikan Fatimah Mernissi

Fatimah Mernissi lahir pada 27 September 1940 di Fez, Maroko dan meninggal dunia pada 30 November 2015 di Rabat, Maroko. Ia berasal dari keluarga kelas menengah, dan tumbuh besar di rumah yang dipenuhi buku-buku dari berbagai bahasa dan topik. Mernissi menghabiskan sebagian besar masa kecilnya di sebuah sekolah perempuan Inggris di Fez, dan kemudian melanjutkan pendidikannya di Sorbonne, Paris, dimana ia memperoleh gelar doktornya dalam bidang sosiologi. Setelah kembali ke Maroko, ia mengajar di Universitas Mohammed V di Rabat, dan menjadi profesor sosiologi di sana.

Fatima Mernissi adalah seorang penulis, sosiolog, dan feminis Maroko yang dikenal karena kontribusinya dalam gerakan perempuan di dunia Arab

Mernissi juga dikenal sebagai seorang aktivis perempuan yang berjuang untuk memperjuangkan hak-hak perempuan di Maroko dan dunia Arab. Ia mendirikan Moroccan Association for Research and Development pada tahun 1979, dan kemudian mendirikan Center for Studies and Research on Women in Islam di Rabat. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi internasional, termasuk UNESCO, dan sering diundang sebagai pembicara dalam konferensi dan acara-acara internasional.

Mernissi mendapatkan pendidikan yang baik dan menjadi sarjana perempuan pertama di Maroko. Dia memperoleh gelar doktor dalam bidang sosiologi dari Sorbonne, Paris. Pendidikan ini memberinya dasar yang kuat dalam berpikir kritis dan memberinya kepercayaan diri untuk menyuarakan pendapatnya.

Faktor Yang Mempengaruhi Pemikiran Fatimah Mernissi

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi Fatima Mernissi dalam memperjuangkan kesetaraan gender dalam Islam:

1. Latar Belakang Keluarga

Fatima Mernissi lahir dan dibesarkan di Maroko dalam keluarga yang terdiri dari intelektual dan aktivis politik yang progresif. Ayahnya adalah seorang sarjana yang mempromosikan pendidikan untuk perempuan, dan ibunya adalah seorang aktivis politik yang memperjuangkan hak-hak perempuan. Pengaruh positif dari keluarganya mendorong Mernissi untuk berpikir kritis dan memperjuangkan kesetaraan gender.

2. Pengalaman Hidup Sebagai Objek Yang Mengalami Diskriminasi

Mernissi menjadi saksi banyak bentuk ketidakadilan gender dalam masyarakat Maroko dan dunia Islam pada umumnya. Dia menyaksikan banyak perempuan yang terbatas dalam hak-hak mereka, terutama dalam bidang pendidikan, pernikahan, dan warisan. Pengalaman-pengalaman ini mendorongnya untuk berperan sebagai pengamat yang kritis dan memperjuangkan kesetaraan gender dalam Islam.

3. Keaktifan Dalam Gerakan-gerakan Feminis Keterlibatan dalam gerakan feminis Mernissi terlibat dalam gerakan feminis di Maroko dan dunia Islam. Dia bergabung dengan kelompok aktivis perempuan dan ikut serta dalam berbagai aksi dan kampanye yang memperjuangkan hak-hak perempuan. Keterlibatannya dalam gerakan feminis ini memperkuat tekadnya untuk memperjuangkan kesetaraan gender.

4. Pemahaman terhadap Islam

Mernissi memiliki pemahaman yang mendalam tentang Islam dan hukum Islam. Dia memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk membaca dan menafsirkan teks-teks agama secara kritis dan kontekstual. Hal ini membantunya dalam memperjuangkan kesetaraan gender dengan cara yang berlandaskan pada pemahaman agama yang benar.

Dasar pemikiran Fatima Mernissi tentang kesetaraan gender dapat dilihat dalam karya-karyanya yang memperjuangkan hak-hak perempuan dan menyoroti peran perempuan dalam masyarakat Islam. Pemikirannya berfokus pada penentangan terhadap interpretasi patriarki atas agama Islam, yang ia lihat sebagai sumber ketidakadilan gender dan diskriminasi terhadap perempuan. Mernissi percaya bahwa kesetaraan gender adalah hak asasi manusia yang harus dihormati dan diupayakan oleh semua pihak. Ia menegaskan bahwa kesetaraan gender bukanlah tantangan terhadap kepercayaan agama atau tradisi, namun merupakan cara untuk mengembangkan masyarakat yang lebih adil dan seimbang.

Mernissi memberikan kritikannya terkait poligami dan kawin kontrak, yang dianggapnya sebagai bentuk diskriminasi terhadap perempuan. Ia menekankan perlunya memerangi praktek-praktek tersebut melalui pendidikan dan pemberdayaan perempuan.

Di samping itu juga ternyata di dalam sejarah Islam, terdapat banyak perempuan Muslim yang menjadi ulama, pemikir, dan pelopor dalam bidang sains dan teknologi. Hal ini tentunya sangat kontradiksi dengan pemahaman sebelumnya, yang menganut paham patriarki dalam masyarakat dan interpretasi salah dari agama Islam telah menyebabkan perempuan terpinggirkan dan dianggap rendah.

Mernissi juga mengkritik hadits-hadits misoginis seperti hadits yang menyatakan bahwa perempuan tidak boleh memimpin atau menjadi pemimpin dalam masyarakat, atau hadits yang menyatakan bahwa wanita memiliki akal yang lebih lemah daripada pria. Ia menegaskan bahwa hadits tersebut tidak sesuai dengan prinsip-prinsip kesetaraan gender dalam Islam dan perlu ditafsirkan kembali agar sesuai dengan konteks dan nilai-nilai universal yang dijunjung tinggi dalam Islam.

Secara keseluruhan, kritik Fatima Mernissi terhadap hadits misoginis dalam Islam mencerminkan keinginannya untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kesetaraan gender dalam agama Islam. Ia menunjukkan bahwa interpretasi yang salah dan pandangan patriarki dalam masyarakat telah menyebabkan perempuan tidak mendapatkan hak-haknya, dan bahwa tafsir ulama yang inklusif dan kontekstual perlu dikedepankan untuk mengatasi masalah ini.

Karya-Karya Fatima Mernissi

Fatima Mernissi adalah seorang penulis yang produktif dan banyak menulis buku tentang isu-isu gender dalam Islam, sehingga sulit untuk menentukan satu buku yang terbaik. Namun,

beberapa buku yang dianggap sebagai karya terbaik Mernissi antara lain:

1. “Beyond the Veil: Male-Female Dynamics in Modern Muslim Society” (1975), Buku ini adalah karya pertama Mernissi yang mendapat perhatian internasional dan dianggap sebagai karya klasik dalam studi gender di dunia Islam. Buku ini membahas isu-isu penting seperti keterkaitan antara patriarki dan agama Islam, hak-hak perempuan dalam Islam, dan perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat Muslim.

2. “The Veil and the Male Elite: A Feminist Interpretation of Women’s Rights in Islam” (1987)

Buku ini telah dijelaskan dalam jawaban sebelumnya sebagai buku yang kontroversial, namun juga dianggap sebagai karya terbaik Mernissi karena memberikan pandangan kritis terhadap hukum Islam dan tradisi patriarki dalam masyarakat Muslim.

3. “Islam and Democracy: Fear of the Modern World” (1992)

Buku ini membahas hubungan antara Islam dan demokrasi, serta tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Muslim dalam menghadapi modernitas. Mernissi menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam sebenarnya mendukung demokrasi dan hak asasi manusia, dan menunjukkan bahwa pemikiran yang kaku dan penafsiran yang salah dari agama telah menyebabkan terjadinya ketertinggalan dan ketidakadilan dalam masyarakat Muslim.

4. “Dreams of Trespass: Tales of a Harem Girlhood” (1994)

Buku ini adalah karya autobiografi Mernissi yang menceritakan pengalaman masa kecilnya di Maroko, di mana ia tumbuh dalam sebuah keluarga yang masih mempraktikkan poligami. Buku ini membahas isu-isu penting seperti kebebasan dan hak-hak perempuan dalam masyarakat Maroko dan tradisi Maroko.

Karya-karya Fatima Mernissi telah memberikan kontribusi besar dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan kesetaraan gender dalam Islam, dan masih relevan hingga saat ini

Kontribusi Fatima Mernissi

Fatima Mernissi telah memberikan kontribusi besar dalam perjuangan untuk kesetaraan gender dalam dunia Islam, dan telah memberikan banyak pengaruh positif terhadap pemikiran feminis dalam agama Islam. Berikut

beberapa bukti nyata dari hasil perjuangan Fatima Mernissi:

 

1. Kontribusi dalam studi gender di dunia Islam Fatima Mernissi telah memberikan kontribusi besar dalam mengembangkan pemikiran feminis dalam agama Islam melalui tulisan-tulisannya yang kritis dan inovatif, khususnya bukunya yang kontroversial, “The Veil and the Male Elite”. Buku tersebut telah mempengaruhi banyak orang dalam memahami hak-hak perempuan dalam Islam dan menolak tafsir yang salah dan merugikan.

2. Menyuarakan hak-hak perempuan dalam Islam. Mernissi sering menekankan hak-hak perempuan dalam Islam dalam karya-karyanya, seperti hak untuk berpendidikan, hak untuk menikah dengan persetujuan, dan hak untuk mewarisi. Pemikiran-pemikirannya telah mempengaruhi banyak orang untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dalam masyarakat Muslim.

3. Meningkatkan kesadaran tentang kesetaraan gender di dunia Islam. Mernissi telah mempengaruhi banyak orang untuk memikirkan ulang peran perempuan dalam agama Islam dan mencari cara-cara untuk meningkatkan kesetaraan gender dalam masyarakat Muslim. Ia telah menyebarkan gagasan-gagasannya melalui tulisan-tulisannya, wawancara, dan diskusi, sehingga meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang isu-isu gender dalam Islam.

4. Mempengaruhi gerakan feminis di dunia Islam Karya-karya Mernissi telah memberikan kontribusi besar dalam gerakan feminis di dunia Islam, dan telah memotivasi banyak orang untuk memperjuangkan hak-hak perempuan dan kesetaraan gender dalam masyarakat Muslim. Pemikiran-pemikirannya telah mempengaruhi banyak perempuan Muslim untuk melawan diskriminasi gender dan menentang interpretasi yang salah dan merugikan terhadap agama.

Nama Penulis : Nonik Fajariani, Mahasiswa S2 Jurusan Hukum Keluarga Islam pada UIN Mataram

 

 

 

 

 

 

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.