Rektor UIN Jangan Labrak Aturan PMA No. 20 (2014) di Periode Kedua

  • Whatsapp

Koma.co.id, Makassar– Setelah terpilihnya kembali menjadi Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan mulai melakukan penjaringan calon wakil rektor, dekan, dan ketua lembaga. berdasarkan informasi dari panitia penjaringan sebanyak 58 orang lolos seleksi berkas adminstrasi. keterpilihan wakil rektor, dekan, dan ketua lembaga tentunya diharapkan memberikan kontribusi yang nyata dan baik untuk perkembangan kampus yang semakin kompetitif.

Oleh karena itu, melalui mementum penjaringan ini rektor betul-betul selektif dan melakukan kajian yang mendalam terkait latar belakang para calon yang mendaftar dari berbagai aspek seperti prestasi akademik, kemampuan manajerial dan kerjasama. paling penting dan utama adalah para calon kandidat memenuhi persayaratan minimal sesuai Peraturan Menteri Agama (PMA) seperti kepangkatan harus lektor kepala, batasan umur, pernah menjabat minimal dua tahun sebagai ketua jurusan (setingkat), dan beberapa poin penting yang diatur dalam PMA tersebut.

Salah satu hal mendasar yang perlu di perhatikan adalah PMA No. 20 tahun 2014 tentang statuta UIN Alauddin Makassar terutama pada pasal 43 poin c. ini perlu menjadi fokus panitia dan rektor untuk berhati-hati dalam melihat pasal ini sehingga tidak terulang kegaduhan yang terjadi di periode pertama tentang adanya beberapa orang yang menduduki struktural namun belum bersyarat sehingga ujungnya dilakukan pergantian dini.

berkaca dari itulah itu kemudian penting bagi roktor UIN Alauddin untuk selektif dan fokus terhadap perbaikan kampus kedepan dengan tidak asal-asalan memberikan posisi kepada orang tertentu hanya karena unsur kedekatan dan atau karena kolega. penting di pikirkan oleh rektor adalah bagaimana calon pimpinan itu memiliki kapasitas, track record dan memiliki pengetahuan yang luas tentang pengembangan akademik kampus terkhusus pada kerja yang berorientasi pada capain akreditasi yang unggul.

Salah seoranh alumni yang mengatakan bahwa selaku alumni yang selama rutin dan aktif melihat konstalasi di kampus tentunya sangat berharap bahwa rektor yang terpilih ini tidak asal tunjuk orang dalam menduduki jabatan tertentu,

 

“Apalagi sekelas dekan, Kamajuan dan keberhasilan fakultas mencapai tujuannya sangat di pengaruhi oleh dekan yang paham dan mengetahui kerja-kerja taktis untuk kemajuan bersama,” tutur Zul Palinrang.

Sementara Mantan Ketua BEM Fakultas Syariah dan Hukum Syahrul Aqil memberikan atensi yang besar bahwa melalui momentum penetuan calon dekan rektor tidak sewenang-wenang dan melampaui batas kewenangannya dalam dalam menunjuk calon pejabat struktural yang tidak memenuhi syarat apalagi sampai melabrak aturan PMA No.20 tahun 2104.

“Janganlah diulangi kegaduhan pada tahun tahun 2019 ketika periode pertama Hamdan sebagai rektor seperti yang terjadi di FKIK, Syariah dan beberapa tempat lain. hanya kerena ego kelompok dan mengakomodir kepentingan sehingga mengabaikan idealitas dan rasionalitas sebagai rektor. kembalikan dan kembangkan kejayaan UIN Alauddin Makassar jangan terus merosot seperti yang dirilis oleh webometrik (juli 2023) dimana rangking UIN ALauddin terjungkal jauh ke posisi 23 PTKIN dibawah beberapa IAIN seperti IAIN Pare dan yang lain,” ujarnya.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.