Koma.co.id, Makassar– Memasuki tahun ke 12, SMP Islam Athirah Makassar kembali menggelar Festival Budaya Nusantara 2026 selama dua hari, yakni pada 11-12 Februari 2026 di Pelataran Seolah Islam Athirah Makassar Jalan Kajaolalido.
Mengangkat tema Bersatu dalam Keberagaman, festival budaya tahun ini semakin meraih diikuti oleh 39 sekolah tingkat SD di Kota Makassar.
Kepala SMP Islam Athirah Makassar, Nilamartini mengatakan Festival Budaya Nusantara ke-12 ini adalah kegiatan yang melibatkan baik dari internal SMP Islam Athirah Makassar dan eksternal sekolah tingkat SD se Makassar.
“Kita buka ruang untuk sekolah dasar dan sederajat kota Makassar dan sekitarnya. Antusias sekolah juga luar biasa, dan setiap tahun sudah ada memang pesertanya yang tetap, kemudian ada juga peserta baru,” ujarnya.
Nilamartini menambahkan, festival budaya Nusantara ini adalah wadah yang dibuat untuk para siswa dapat mengenal budaya Indonesia, terutama Sulawesi Selatan. Para siswa diperkenalkan untuk memahami dan mencintai budaya di Indonesia. Diharapkan para siswa dapat lebih mengenal nilai budaya Bugis-Makassar, yakni Siapakainge’, Sipakatau, dan Sipakale’bi.
Sementara itu, Guru di SD Sudirman IV, Aldy Sam Perkasa Putra mengatakan kegiatan tahunan ini dianggap luar biasa, karena dengan adanya festival budaya Nusantara seperti ini dapat mengenalkan ragam kebudayaan di Indonesia kepada para siswa. Terdapat banyak macam budaya yang diperlihatkan dalam festival ini, misalnya tarian, lagu daerah, makanan, dan lain-lain.
“Di sinilah pengetahuan antar siswa dan ini perlombaan bukan hanya sekedar kompetensi, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dan mengenal satu sama lain. Tentang pakaian adatnya, gerakan tarinya. Mungkin ada di antara beberapa siswa yang tidak mengenal bahwa ini pakaian (adat dari daerah) ini. Dan ini event yang sangat luar biasa,” tuturnya.
Dari kegiatan ini, Aldy berharap kegiatan budaya seperti ini tidak hanya di Sekolah Islam Athirah saja yang melaksanakan, tapi juga dapat dicontoh oleh sekolah lain mengingat manfaat dan mempererat hubungan baik antar sekolah.
“Kalau bisa kegiatan begini sering diadakan, bukan cuma di Athirah tapi mungkin di sekolah-sekolah lain bisa mengadakan seperti ini,” pungkasnya.
Seperti festival kebudayaan nusantara yang di tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini menghadirkan parade dan stand persembahan dari sekolah yang turut hadir mengikuti berbagai lomba yang telah diselenggarakan.
Adapun ragam lomba yang dilaksanakana di antaranya tari kreasi tradisional, menggambar, mendongeng, baca puisi, menyanyi solo, dan ranking 1.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada Festival Budaya Nusantara ke-12 kali ini, ada satu lomba yang diadakan yakni mendongeng menggantikan lomba fashion show.(Mrw)





