Transformasi Kurikulum Jurnalistik UINAM Berbasis AI dan OBE

Koma.co.id, Gowa–Program Studi Jurnalistik, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar menggelar Review Kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) dengan penekanan pada integrasi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), Selasa (17/02/2026) di Double A Samata. Kegiatan ini menjadi langkah strategis merespons transformasi industri media yang semakin terdigitalisasi dan terdorong oleh otomasi berbasis algoritma.

Read More

Forum akademik ini menghadirkan dosen, Gugus Penjamin Mutu, mahasiswa, alumni, praktisi media, serta pengguna lulusan dari institusi pemerintah dan swasta. Pelibatan multipihak tersebut dimaksudkan untuk memastikan keselarasan antara capaian pembelajaran lulusan dan kebutuhan riil industri media berbasis teknologi.

Ketua Jurusan Jurnalistik, Muh Nur Latif,M.Pd menegaskan bahwa pembaruan kurikulum merupakan agenda mendesak agar lulusan memiliki daya adaptasi tinggi terhadap lanskap jurnalistik berbasis AI dan ekosistem digital multiplatform.

“Review kurikulum berbasis OBE ini kami lakukan untuk memastikan capaian pembelajaran benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk penguasaan teknologi AI dalam proses produksi dan distribusi konten,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan secara komprehensif, termasuk menghapus atau memperbarui mata kuliah yang tidak lagi relevan dengan perkembangan industri media digital.

“Kami melakukan penataan ulang struktur kurikulum, mengganti mata kuliah yang kurang kontekstual dengan mata kuliah yang lebih aplikatif, berbasis data, algoritma, dan teknologi kecerdasan artifisial,” jelasnya.

Menurutnya, transformasi kurikulum ini bukan sekadar pemenuhan administratif, tetapi strategi peningkatan kualitas lulusan agar memiliki kompetensi teoritis yang kuat sekaligus kecakapan teknis dalam pengelolaan newsroom digital, analisis data, serta pemanfaatan AI secara etis dan produktif.

Sementara itu, Direktur Utama Radio Raz FM, Muannas, yang hadir sebagai stakeholder dan pengguna lulusan, menilai pembaruan kurikulum merupakan langkah tepat di tengah disrupsi media berbasis teknologi.

“Dunia jurnalistik berubah drastis akibat massifnya penggunaan AI. Institusi pendidikan harus responsif agar lulusan memiliki daya saing dan literasi teknologi yang memadai,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kompetensi jurnalis masa kini tidak lagi terbatas pada kemampuan menulis berita, melainkan juga mencakup penguasaan data, pemahaman algoritma distribusi konten, serta strategi optimalisasi platform digital.

Pandangan serupa disampaikan praktisi media, Sayyid Alwi Fauzy, yang menekankan pentingnya kurikulum berbasis kebutuhan industri dan realitas newsroom modern.

“Mahasiswa perlu dibekali kemampuan teknis dan adaptasi teknologi, termasuk pemanfaatan AI untuk riset, verifikasi, dan produksi konten berbasis data,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi simulasi kerja industri dalam proses pembelajaran agar lulusan lebih siap memasuki dunia profesional.

Dalam review tersebut, Prodi Jurnalistik mengadopsi sejumlah mata kuliah baru dalam kurikulum OBE, antara lain Jurnalistik AI, Big Data dan Algoritma, Media Handling, serta Advertorial. Sementara mata kuliah yang dinilai tetap relevan dan dipertahankan meliputi Media Sosial dan Jurnalistik Digital, Jurnalisme Data, serta Jurnalisme Advokasi.

Melalui penguatan kurikulum berbasis kompetensi dan integrasi AI, Prodi Jurnalistik FDK UIN Alauddin menargetkan lahirnya jurnalis yang adaptif, kritis, beretika, dan mampu bersaing dalam ekosistem media berbasis teknologi cerdas di era transformasi digital. (rls)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *