Koma.co.id, Makassar– Keberanian berkata “tidak” menjadi pesan utama dalam Kelas Inspirasi SMP Islam Athirah Bukit Baruga yang membekali murid kelas IX dengan pemahaman tentang pergaulan sehat, batasan diri, dan pengambilan keputusan. Digelar di Aula Masagena, Senin, 5 Oktober 2026, kegiatan tersebut menghadirkan Dr. Askar Yaman, A.Md.Pi., S.Pd., M.M., M.Pd., sebagai pemateri.
Dalam kegiatan itu, murid diajak memahami bahwa menjaga batasan diri merupakan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Mereka didorong untuk berani menolak ajakan yang tidak sesuai dengan prinsip, tidak mudah terbawa tekanan pertemanan, serta mempertimbangkan konsekuensi sebelum mengambil keputusan.
Selain itu, materi yang disampaikan mencakup penggunaan media sosial secara bijak serta pemahaman tentang FOMO (fear of missing out) atau rasa takut tertinggal dari tren dan lingkungan pertemanan. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi perilaku remaja dalam mengambil keputusan.
Dr. Askar juga menjelaskan pentingnya memahami batasan tubuh, hak pribadi, dan tanggung jawab dalam berinteraksi. Siswa diingatkan untuk menghormati ruang pribadi orang lain, menghindari sentuhan yang tidak diinginkan, serta berhati-hati saat membagikan informasi dan foto pribadi di media sosial.
Pembahasan kemudian diarahkan pada pentingnya membangun relasi dan pertemanan yang sehat. Siswa didorong untuk menjalin hubungan berdasarkan sikap saling menghormati dan tidak mengikuti tren atau tekanan kelompok tanpa pertimbangan.
Guru BK SMP Islam Athirah Bukit Baruga, Ayu Wahyuni, S.Pd., Gr., mengatakan Kelas Inspirasi merupakan program bulanan yang menjadi bagian dari edukasi preventif bagi siswa.
“Kelas Inspirasi ini merupakan program bulanan yang bertujuan memberikan edukasi preventif kepada siswa agar mampu menjaga dirinya dari pergaulan yang bersifat toxic. Kami juga ingin mengajarkan etika berteman, yaitu bersikap sopan, saling menghormati, tidak merendahkan orang lain, serta berani melapor ketika merasa batasannya dilanggar,” jelas Ayu.
Menurut Ayu, siswa perlu memiliki kemampuan untuk menjaga batasan, menyampaikan penolakan, dan mencari bantuan ketika menghadapi situasi yang membuat tidak nyaman atau berpotensi merugikan.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada sejumlah langkah untuk menghadapi tekanan pertemanan. Langkah itu meliputi menolak ajakan yang tidak sesuai dengan prinsip, mengambil jarak dari lingkungan yang berdampak negatif, menjaga batas pribadi, menceritakan masalah kepada orang tepercaya, serta meminta bantuan kepada orang tua, guru, atau guru BK.
Kelas Inspirasi tersebut menjadi bagian dari upaya SMP Islam Athirah Bukit Baruga membekali siswa dengan pemahaman tentang pergaulan sehat, keamanan diri, dan penggunaan media sosial secara bertanggung jawab.(rls)





