Koma.co.id, Makassar– Kemampuan mengenali bahaya dan menyelamatkan diri saat bencana perlu diperkenalkan sejak usia dini. Untuk membekali siswa dengan pengetahuan tersebut, Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga menggelar edukasi dan simulasi mitigasi bencana kebakaran, Rabu, 4 November 2026.
Kegiatan ini melibatkan puluhan siswa TK A dan B serta siswa SD kelas 1 hingga kelas 3. Mereka diperkenalkan pada potensi bahaya kebakaran sekaligus dilatih memahami langkah-langkah penyelamatan diri ketika menghadapi situasi darurat.
Pembelajaran dilakukan melalui penyampaian materi dan simulasi tanggap darurat. Siswa dilatih mengikuti instruksi evakuasi dengan tertib, memahami pentingnya keselamatan diri, serta menjaga ketenangan saat menghadapi kondisi darurat.
Untuk memudahkan pemahaman, materi mitigasi disampaikan melalui dongeng oleh Rini. Pendekatan yang ceria dan interaktif membuat materi kebencanaan lebih mudah diterima oleh anak-anak. Mereka diajak mengenali tindakan yang tepat ketika terjadi bencana, termasuk kebakaran dan gempa bumi.
Dalam penyampaiannya, Rini mengingatkan siswa agar tidak panik ketika menghadapi keadaan darurat.
“Saat menghadapi bencana kebakaran atau gempa bumi, jangan takut, jangan panik. Hadapi dengan tenang, cerdas, dan aman,” ujarnya.
Selain edukasi kebencanaan, kegiatan ini juga mengajak siswa menumbuhkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepedulian tersebut diwujudkan melalui penggalangan donasi untuk mendukung pembangunan sumur bor, distribusi air bersih, serta bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak.
Melalui kegiatan ini, Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga berupaya menanamkan kesadaran keselamatan dan kepedulian sosial sejak dini. Siswa diharapkan tidak hanya memahami langkah penyelamatan diri ketika bencana terjadi, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan.(rls)




