Koma.co.id, Makassar– Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan bersama Mitra Kerja Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Sulawesi Selatan memeberikan edukasi kepada warga Kecamatan Ujung Tanah tentang bahaya Stunting bagi kualitas generasi bangsa pada 18 September 2023.
Kegiatan yang dikemas dalam Promosi dan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Program Percepatan Penurunan Stunting di Wilayah Khusus dihadiri langsung anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham, dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Ihsan selaku Koordinator Bidang KBKR dan Perwakilan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Makassar, Masrita.
Berdasarkan data SSGI Tahun 2022 Khusus untuk Kota Makassar Angka Prevalensi Stunting adalah 18,446 telah turun 0,44 dari 18,84 pada tahun 2021. Berdasarkan hasil tersebut bisa dilihat bahwa angka prevalensi Kota Makassar sudah berada dibawah angka Provinsi maupun secara nasional.
Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Ihsan selaku Koordinator Bidang KBKR berharap angka prevalensi stunting Di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar ini dapat dicegah dan diturunkan hingga memenuhi target 144 pada tahun 2024 Demi terwujudnya generasi sehat dan berkualitas di tahun mendatang.
Ihsan menekankan untuk menghindari kehamilan berisiko 4 Terlalu, yaitu terlalu muda melahirkan di bawah 20 tahun, terlalu tua melahirkan di atas 35 tahun, terlalu rapat melahirkan di bawah 2 tahun dan terlalu sering melahirkan.
“Dengan menggunakan KB, resiko lahir bayi stunting dapat kita cegah, sebab dengan mengatur kelahiran anak, ibu-ibu dan bapak-bapak akan memiliki banyak waktu dan kesempatan untuk memaksimalkan pengasuhan anak, ASI eksklusif bisa maksimal diberikan dan kesehatan ibu juga bisa meningkat,” ujar Ihsan.
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Demokrat Dapil Sulsel, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan lewat kolaborasi bersama BKKBN diharapkan upaya percepatan penurunan stunting di Sulawesi Selatan khususnya di Kota Makassar dapat lebih cepat menurun, sehingga target Zero Stunting dapat diwujudkan bersama.(rls)




