Koma.co.id, Makassar– Lembaga pendidikan bahasa Inggris Briton English Education merayakan 30 tahun berdirinya melalui acara 30th Anniversary Briton yang digelar di Claro Makassar pada Jumat, 27 Maret 2026. Acara ini dihadiri oleh mitra, alumni, guru, staf, serta keluarga besar Briton.
Dalam sambutannya, Chief Business Development Briton, Andi Ramlah Annisa Bisma, mengatakan bahwa perjalanan Briton bukan sekadar tentang angka pencapaian, melainkan kisah pertumbuhan pribadi banyak orang yang tumbuh bersama institusi ini. “Bagi banyak orang, Briton mungkin adalah tempat belajar bahasa Inggris. Tapi bagi saya dan saudara-saudara saya, Briton adalah tempat kami tumbuh besar. I literally grew up around Briton,” ujarnya.
Perjalanan Briton dimulai pada tahun 1996 ketika Ibu Indri dan Pak Siraj mendirikan kursus kecil bernama OBRIEN – Oral British English. Program conversation tersebut awalnya ditujukan untuk membantu orang dewasa meningkatkan kepercayaan diri menggunakan bahasa Inggris, khususnya dalam mencari pekerjaan. Pada tahun 2001, Briton resmi menjadi lembaga yang diotorisasi oleh Cambridge Assessment English dan mulai membuka program untuk Young Learners serta Young Adults.
Selama tiga dekade, Briton tidak hanya berfokus pada pengajaran bahasa Inggris, tetapi juga menjadi wadah pertumbuhan bagi siswa, alumni, guru, dan mitra. Berbagai kegiatan ikonik seperti English Graduate Diploma, marching band setiap 17 Agustus, nonton bareng film Indonesia, meet and greet artis, hingga program moving class ke Malino menjadi kenangan mendalam bagi banyak alumni.
Acara bertema “Honoring the Past, Shaping the Future” ini menegaskan komitmen Briton untuk menghargai sejarah sambil melangkah ke masa depan. “Menghargai masa lalu bukan berarti kita berhenti di sana. Justru dari perjalanan 30 tahun inilah kita mendapatkan fondasi yang sangat kuat untuk melangkah ke masa depan,” ungkap Annisa.
Briton berkomitmen terus membuka kesempatan bagi generasi muda Indonesia melalui pendidikan bahasa Inggris yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan zaman. Salah satu mimpi besar yang disampaikan adalah harapan agar Briton kelak tidak hanya menjadi lembaga kursus, melainkan juga memiliki sekolah formal.
“Great things often start from very simple dreams,” tambah Annisa. Perayaan 30 tahun ini menjadi titik awal bagi Briton untuk terus berdampak lebih besar bagi pendidikan di Indonesia.(rls)





