Koma.co.id, Makassar– Perusahaan teknologi akuakultur pertama dan paling besar di Indonesia, eFishery mengupayakan penurunan prevalensi stunting di Sulawesi Selatan dengan menyediakan 200 kg ikan yang disalurkan di desa Lekopancing, Sulawesi Selatan. Inisiatif ini merupakan bentuk dari kepedulian dan bagian dari tujuan eFishery untuk mendukung penanganan kasus stunting di Indonesia.
Inisiatif yang dilakukan eFishery ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mencegah dan menurunkan angka stunting. Berdasarkan hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, Sulawesi Selatan menduduki peringkat ke-10 prevalensi balita stunting tertinggi di Indonesia dengan perolehan 27,2” pada tahun 2022. Di Sulawesi Selatan, terdapat 14 kabupaten dengan prevalensi balita stunting di atas angka rata-rata provinsi. Jika dibandingkan dengan angka stunting nasional yaitu 21.66, Sulawesi
Selatan termasuk memiliki prevalensi yang tinggi.
“Sejalan dengan misi yang dimiliki oleh eFishery, yaitu menyediakan kebutuhan pangan dunia melalui akuakultur, kami harap eFishery dapat selalu tumbuh dan senantiasa mendukung program-program pemerintah untuk memberikan dampak signifikan dalam upaya menurunkan prevalensi stunting tidak hanya di Sulawesi Selatan, namun di Indonesia secara keseluruhan” ujar Luciana Dita Chandra Murni, Head of Regulatory and Government Affairs eFishery.
Menyediakan 200 kg ikan di desa Lekopancing, Sulawesi Selatan merupakan bentuk kepedulian nyata dari eFishery dalam upaya pengurangan angka stunting nasional serta sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk lebih giat mengkonsumsi ikan untuk membangun generasi masa depan Desa Lekopancing untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.
“Upaya kami dalam memberantas dan menurunkan angka stunting di Sulawesi Selatan dilakukan dengan salah satunya berkolaborasi dengan berbagai pihak. Upaya kami sendiri sebenarnya telah menghasilkan progress dimana pada tahun 2021 perolehan angka stunting kami di 27.445 dan di tahun 2022 kami memperoleh angka 27.2”4. Agar memperoleh hasil yang lebih signifikan, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada eFishery yang telah ikut serta dalam mendukung penurunan angka stunting di Sulawesi Selatan.” ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, M Ilyas.
“Kami harap upaya yang kami lakukan untuk Sulawesi Selatan dapat membantu menurunkan angka stunting dan semoga kedepannya eFishery dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat terus berkolaborasi. ” tutup Luciana.
Sekadar diketahui, eFishery merupakan perusahaan teknologi akuakultur pertama yang didirikan pada 2013 untuk mengembangkan inovasi di bidang akuakultur. eFishery mendisrupsi metode budidaya ikan dan udang tradmonal dengan menyediakan solusi canggih dalam ekosistem akuakultur dengan menawarkan platform end-to-end yang menyediakan akses terhadap pakan, pendanaan, dan pasar untuk pembudidaya ikan dan udang. erishery bertujuan untuk membangun ekosistem akuakultur di Indonesia, yang dak hanya menguntungkan, namun juga berkelanjutan bagi seluruh stakeholders.
Perusahaan ini memiliki tiga tujuan utama, yakni mengatasi permasalahan pangan melaki akuakutux, mengatasi masalah mendasar dalam industn akuakultur dengan menyediakan teknologi yang terangkau, dan mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi melalui ekonomi digital yang eksklusif.(rls)





