Kaper BKKBN Sulsel Hadiri Rekonsiliasi Data Verval Stunting di Makassar

  • Whatsapp

Koma.co.id, Makassar– Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel menghadiri rekonsialiasi data verval yang dilakukan OPD KB Kota Makassar terkait data stunting pada Rabu, 7 September 2022.

Rekonsiliasi yang dilakukan merupakan salah satu tindaklanjut dari kegiatan pemerintah melalui BKKBN dalam rangka percepatan pengendalian stunting. Rekonsiliasi ini bertujuan untuk memaparkan data terkait dengan keluarga beresiko.

“Belum ada kasus yang disampaikan dalam rekonsialiasi ini, tapi pada kegiatan berikutnya kami akan tampilkan data yang sudah ada kasus,” jelas Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Andi Ritamariani.

Kegiatan yang dilakukan hanya menyampaikan data keluarga beresiko stunting, bukan terkait jumlah stunting.

Berdasarkan data yang dihimpun, didapatkan data keluarga beresiko stunting dengan beberapa indikator antara lain terlalu muda, terlalu tua, atau terlalu dekat jarak nikah. Kemudian yang masih beresiko tinggi adalah balita.

“Kalau kita bandingkan dengan PK 21 dengan verval yang kami lakukan di tahun 2022, jauh sekali perbedaannya sehingga kami optimistis bahwa kota Makassar mempercepat penurunan stunting akan mudah dilakukan, karena data-data itu sudah mulai naik ke permukaan,” tambah Rita.

Selain itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel ini melanjutkan bahwa selanjutkan akan mengaudit kasus stunting, kemudian dilakukan diseminasi.

“Dari diseminasi ini akan kami buat program kerja kemudian itu akan secara konkrit melibatkan seluruh instansi. Salah satunya rumah keluarga yang tidak punya jamban, keluarga yang tidak mampu mengakses air bersih, siapa yang punya peran itu akan kelihatan pada saat dilakukan diseminasi itu akan kelihatan, karena rencana tindak lanjut pada saat diseminasi itu kamis sudah ada masukan dan itu akan kami susun setelah itu baru secara konkrit menyusun langkah-langkah yang sudah tersusun sudah langsung diintervensi,” tutupnya.(Mrw)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.