KB-TK Islam Athirah Makassar mengadakan MPLS

Koma.co.id, Makassar– KB-TK Islam Athirah Makassar telah melaksanakan kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) selama 5 hari. Kegiatan ini tidak asing lagi bagi sekolah-sekolah sebagai langkah awal untuk menyambut para murid-murid baru. Tujuan dari MPLS yaitu Membantu murid baru beradaptasi dengan lingkungan, budaya, dan teman-teman baru.

Rosmawati B, S.Psi selaku Kepala TK Islam athirah Makassar dalam sambutannya menyampaikan tujuan dari kegiatan MPLS.

“MPLS bertujuan agar anak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, dapat mengenal teman maupun guru-gurunya serta anak dapat belajar budaya-budaya yang ada di TK Islam Athirah, harapannya orang tua juga nantinya dapat berkolaborasi dan mendukung program-program yang ada di sekolah,” ucap Ummi Ros.

Kegiatan MPLS ini diawali dengan acara pengguntingan pita yang dilanjutkan dengan perkenalan pimpinan, guru dan karyawan yang ada di sekolah. Setelah itu selama lima hari kegiatan dikemas dengan memberikan games-games yang seru agar anak dapat bermain bersama dan saling mengenal.

Kegiatan ini selalu menjadi unik di setiap tahun karena membuat guru menyiapkan mental untuk menyambut murid dengan beragam perasaan. Ada yang senang, ada yang tenang dan ada pula yang menangis. Begitupun orang tua menyiapkan diri untuk siap melepas anaknya ketika masuk di sekolah.

Nurfitria Orang tua Ananda Taqillah Khairus Sabil Salah Satu Murid Baru Kelompok A TK Islam Athirah Makassar menyampaikan kesannya tentang kegiatan MPLS.

“Awalnya sya khawatir taqi tdk mau d tinggal saat MPLS tpi ternyata kegiatan di TK Islam Athira sangat interaktif dan menyenangkan. Saya sebagai orang tua merasa lebih tenang melihat sekolah melaksanakan kegiatan MPLS dengan cara yang menyenangkan dan tidak memaksa,” ucap Nurfitria.

“Saya sangat mengapresiasi ummi memberikan pengarahan yang sangat jelas kepada anak2 dan sangat sabar menghadapi setiap anak . Taqi sangat menikmati semua kegiatan selama MPLS, terbukti setiap taqi pulang dia sangat antusias menceritakan permainan seru yang dia lakukan sama teman-teman barunya,” lanjutnya.

Kegiatan ini akhirnya ditutup dengan acara melepas burung merpati yang dijadikan sebagai simbol untuk melepaskan ekspresi/perasaan negatif pada anak seperti marah, sedih dan menangis. Harapannya ketika Minggu selanjutnya murid dapat ke Sekolah dengan perasaan yang bahagia.(rls) 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *