Koma.co.id, Makassar– Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Shodiqin menyampaikan program-program dalam Bangga Kencana telah dijalankan dengan baik. Namun, ada juga yang masih belum optimal. Salah satu di antaranya yakni percepatan penurunan Stunting khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.
Meski demikian, upaya tetap dilakukan demi dapat memenuhi target yakni 24,7% dari target nasional.
“Banyak sekali mitra yang berupaya menurunkan angka Stunting. Kami di perwakilan BKKBN Sulsel masih mempunyai pr yang berat, yaitu terkait percepatan penurunan Stunting, karena sampai saat ini hasil dari SSGI tahun 2024 dari standar nasional sudah turun dari 24,7% turun menjadi 21,6%,” ujarnya dalam forum koordinasi jurnalis di Kantor BKKBN Sulsel, Rabu, 2 Agustus 2023.
Seperti yang dilakukan Kabupaten Barru, dengan menerapkan program tetap hingga pada tahun tahun 2022, SSGI (survei status gizi Indonesia) mencatat angka Stunting di Kabupaten Barru hanya 14,1%. Jumlah tersebut dinyatakan terendah di Provinsi Sulawesi Selatan.
Adapun program yang diterapkan secara konsisten oleh Pemerintah Kabupaten Barru, kata Shodiqin, yakni dengan memberikan makan telur pada anak beresiko Stunting setiap harinya.
“Mereka terus kontrol, bahkan dokumentasi hasil foto pemberian makan langsung pada anak juga ada,” jelasnya.
Sementara Kota Makassar mencatat angka 18,4% angka Stunting, dan angka tertinggi Stunting di Sulawesi Selatan masih di Kabupaten Jeneponto, yakni 39,8%.
Diharapkan Sulawesi Selatan dapat mengejar target percepatan penurunan Stunting di tahun 2024 mendatang.(Mrw)





