Koma.co.id, Makassar– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Besar Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Propinsi Sulawesi Selatan dan PT. Angkasa Pura Logistik melaksanakan kegiatan ekspor langsung komoditi perikanan melalui pesawat udara (direct flight) dengan tujuan Singapura pada Rabu, 1 Desember 2021.
Dihadiri oleh Plt. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman bersama pelaku usaha perikanan serta instansi terkait di wilayah Sulawesi Selatan. Hadir pada acara ini Direktur Utama PT. Angkasa Pura Logistik Danny P Thaharsyah, Ketua DPRD Sulawesi Selatan Ady Ansar, Bupati Maros Chaidir Syam, Unsur Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Pusat Pengendalian Mutu BKIPM Widodo Sumiyanto, Kepala Kanwil Bea dan Cukai Sulbagsel Nugroho Wahyu Widodo, Kepala Dinas Perdagangan Propinsi Sulawesi Selatan Andi Fakhsirie Radjamilo, Kepala Balai Besar KIPM Makassar Sitti Chadidjah, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Makassar Lutfie Natsir dan Ketua Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI) Sulawesi Selatan Arief Pabettingi.
Tujuan dari Direct Flight Ekspor Komoditi Perikanan Ke Singapura ini adalah untuk meningkatkan daya saing ekspor produk perikanan dari Sulawesi Selatan di negara tujuan dan mendukung kebijakan pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor kelautan dan perikanan. Selain itu, manfaat dari direct flightekspor ke negara tujuan dari Sulsel adalah menumbuhkembangkan ekonomi perikanan di wilayah Sulawesi Selatan, adanya efisiensi biaya operasional eksportir karena dapat memangkas biaya operasional, menjaga/ mempertahankan kualitas komoditas perikanan karena waktu tempuh yang lebih singkat.
“Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi dengan produksi perikanan yang sangat besar. Selain itu Sulawesi Selatan juga dapat menjadi hub ekspor komoditi perikanan di Wilayah Timur Indonesia,” ujar Kepala Balai Besar KIPM Makassar Sitti Chadidjah.
Data ekspor komoditi perikanan tahun 2021 periode 1 Januari — 29 November 2021 menunjukkan volume ekspor komoditi perikanan non hidup dari Sulawesi Selatan yang melalui Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar sebesar 2.838 ton dengan nilai komoditi sebesar Rp. 221,2 milyar. Negara tujuan ekspor komoditi perikanan melalui Bandar Udara Sultan Hasanuddin tersebut di dominasi ke Singapura yang mengambil porsi sebanyak 66,299. Berbagai jenis komoditi perikanan yang diekspor berupa ikan tenggiri, kerapu, kakap segar. Angka-angka ini menunjukkan betapa potensi ekspor komoditi perikanan dari Sulawesi Selatan yang sangat besar untuk destinasi Singapura.
BKIPM sebagai salah satu unit eselon I dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang melaksanakan program penjaminan kesehatan ikan serta mutu dan keamanan hasil perikanan berupaya memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada pelaku usaha di Sulawesi Selatan demi peningkatan perekonomian melalui peningkatan ekspor komoditi perikanan. Dengan sertifikasi ekspor komoditi perikanan oleh Balai Besar KIPM Makassar, akan meningkatkan kepercayaan pasar global akan mutu produk perikanan dari Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaeman mengatakan suatu kebanggaan direct flight tujuan Singapura akhirnya dilakukan. Tidak lupa juga dari dukungan dari Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Makassar.
“Produk kami diharapkan setiap hari, karena mereka berkesinambungan ada setiap hari. Paling penting ada berkelanjutan. Tingkat kenaikan kargo udara sekitar 30%. Dan tidak bisa dipungkiri tentu kalau tidak dibuat saat ini, makan kita akan kalah. Mengingat Makassar, Sulawesi Selatan. menjadi pintu di wilayah KTI. Untuk itu biarkan kita jadikan salah satu pintu IKM untuk KTI. Diharapkan ke depan ada digitalisasi transaksi, tinggal klik untuk order,” ujarnya dalam sambutan.
Ke depan diharapkan hasil pertanian juga bisa diekspor. Sinergitas antara balai ikan dan pertanian bisa bersama-sama memajukan Sulsel melalui ekspor.(Mrw)





