Koma.co.id Makassar– 11 tahun sudah Makassar Cancer Care Community (MC3) hadir untuk merangkul para pasien dan penyintas kanker. Bertepatan dengan HUT RI. Komunitas ini kembali lakukan sosialisasi betapa pentingnya untuk deteksi dan melakukan penanganan ketika terkena kanker.
Kegiatan dilakukan di Sunachi Claro Makassar pada Minggu, 18 Agustus 2024. Menghadirkan DR. Dr. Alfiah Amiruddin, MD, MSURG sebagai pembicara, turut hadir Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile.
Ketua Makassar Cancer Care Community, Dr. Nurlina Subair mengatakan, selama 11 tahun ini telah banyak dukungan dari banyak pihak khususnya perempuan. Dan di tanggal 17 Agustus bertepatan dengan hari terbentuknya komunitas ini.
“Kenapa tanggal 17 Agustus, supaya mereka yang telah merdeka (sembuh) dari kanker merasakan kebebasan dari penyakit ini khususnya kanker payudara,” ujarnya.
Menurutnya, komunitas ini bertujuan untuk merangkul dan tidak henti mengkampanyekan dan sosialisasi tentang pentingnya melakukan deteksi dini kanker agar pencegahan maupun pengobatan segera dilakukan oleh dokter.
“Harapannya sosialisasi ini dapat lebih memperluas informasi, bahwa kanker tidak menakutkan. Seperti saya selama 10 tahun bisa selamat dari ini. Namun muncul lagi dan dapat dioperasi lagi,” kata Nurlina.
Dokter Spesialis Bedah Konsultan Payudara, DR. Alfiah Amiruddin mengatakan di hari kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajahan, setiap orang memaknai arti berbeda untuk sebuah kemerdekaan. Di dunia kesehatan sendiri misalnya, seorang dokter akan memaknai kebebasan dari penyakit merupakan kemerdekaan.
“Menurut saya adalah keterbukaan dan kebebasan mereka untuk menyuarakan atas nama pasien kepada para wakil rakyat seperti itu dan lain-lain,” ujarnya.
Menurutnya, workshop yang dilakukan ini sangat positif dan DR. Alfiah merasa bangga dengan hadirnya komunitas ini dan menariknya, telah tersebar di beberapa daerah di Indonesia. MC3 adalah salah satu komunitas kanker di Makassar yang mempunyai kegiatan berlanjut dan tidak pernah berhenti untuk memanfaatkan momen-momen yang bisa menyuarakan secara lantang tentang pentingnya mengedukasi diri dari kanker.
“Saya melihat bahwa komunitas ini menyuarakan dengan caranya sendiri, bahwa kami ini adalah para pejuang-pejuang kanker payudara kemudian untuk mencari solusinya itu ada yang bisa mendengar. Dan kita berharap bahwa wakil-waktu kita para perempuan yang duduk di dewan itu terompet atau corong untuk menyambung suara-suara dari para pasien menderita kanker ini,” jelasnya
DR. Alfiah berharap melalui kegiatan ini, siapapun bisa melakukan deteksi dan harapan hidup dan kesembuhan menjadi lebih besar. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk bersama membicarakan masalah kanker supaya upaya menurunkan angka kanker payudara stadium lanjut dapat diturunkan 60 hingga 70%.(Mrw)





