Koma.co.id, Jeneponto– Sejumlah 108 orang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar telah selesai melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar tersebut menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama empat pekan atau 34 hari dan tersebar di 12 Desa di Kecamatan Rumbia.
Usai melaksanakan KKN, Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar meninggalkan Jeneponto dengan kegiatan acara pelepasan sederhana cukup antara Dosen Pembimbing Ibnu hadjar yusuf dengan Bapak Abd Radjab lau Camat Rumbiabertempat di Aula kantor Camat Rumbia, ahad 5/4/2020 Pukul 10.00 Wita
“Kami terharu dengan program yang dijalankan oleh Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, mestinya kalian tidak secepat ini balik ke kampus namun apa daya karena situasi dan kondisi wabah virus Corona kita harus menyesuaikan diri dengan berbagai aturan dan maklumat hingga KKN pun dipersingkat”, ujar Camat Rumbia Abd Rajab Lau.
Ia menambahkan, idealnya Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Kuliah Kerja Nyata 90 hari seperti pada umumnya. Namun karena kondisi saat ini pencegahan Virus Corona maka mencegah lebih baik.
“Semoga selama berada di Rumbia memberi kesan positif dan tidak mengecewakan. Telpon saja saya bila ingin ke Rumbia kami sambut dengan hangat seperti suasana, cuacanya Rumbia dan keramahtamahan warga masyarakatnya”, terang Camat Rumbia sambutan pelepasan KKN Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
Sementara itu Ibnu Hadjar Yusuf, Dosen Pembimbing KKN menyampaikan salam dari Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Prof Dr Hamdan Juhannis yang tidak sempat hadir pada pelepasan KKN di Kec Rumbia.
“Kami sangat berterima kasih atas atensi dan sambutan warga yang begitu baik ramah serta pemerintah Desa dan Kecamatan Rumbia. Sehingga mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dapat mengambil ilmu untuk bekal dan dapat mengaplikasikannya ke dalam karya ilmiahnya, adanya wabah Covid-19 kami percepat KKNnya mohon dimaklumi”, terang Ibnu Hadjar yusuf Dosen Pembimbing KKN UIN Alauddin Angkatan 62.
“Selama berada di Rumbia, mahasiswa merasa aman dan tentram,sejuk seperti suasana iklim Rumbia, pelayanan warga masyarakat sangat luar biasa, jujur memang KKN kami terbilang singkat tapi sangat memberi kesan yang dalam kami sangat dekat akrab dengan pak Desa Ibu Desa warganya apa lagi dalam menjalankan program kerja selama dilokasi KKN desa jenetallasa yang berada diujung dikaki gunung lompo battang tidak ada lagi kampung disananya, dinginnya luar biasa menembus tulang, namun apa daya kami harus penarikan cepat, akhirnya kami pun kaget beberapa warga membawakan kami sayur mayur yang segar, bawang merah mobil open cup pun cukup memuatnya untuk kami bawa pulang,Alhamdulillah. Berbeda kata orang luar yang kabarnya warga Jeneponto itu suka marah justru sebaliknya malah ramah-ramah. Tiap saat kita diselimuti kabut, makanan plus kopi dan pakaian harus tebal, bahkan terkadang enggan untuk mandi namun wajib untuk sholat lima waktu meski air pun bagai air es”, kesan salah satu Mahasiswi KKN UINAM Ummil Faradiba Fak ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Akutansi.
Di Rumbia dengan kondisi alam yang suhu dingin sangat banyak potensi obyek wisata selain air terjun Bossolo, ada pula kebun Strawberry, kebun sayuran alami holty cultural, hamparan pepohonan cemara, ada rumah Kopi dalam kebun Kopi,kopi yang khas serta nikmat, serta permandian lembah hijau rumbia
Acara pelepasan mahasiswa KKN Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dihadiri oleh Kepala Desa se Kec Rumbia, staf kantor Kecamatan Rumbia, Danramil dan Kapolsek Rumbia Kelara.
Sebelumnya di Kecamatan Sinoa bersama dengan dosen pembimbing, Andi Fadli dan Asniati dari LP2M sudah terlebih dahulu melakukan aktivitas perbatikan KKN.
Sebanyak 60 mahasiswa KKN di enam Desa se-Kecamatan Sinoa kembali sebelum jadwal disebabkan kondisi wabah covid 19.
”Kita melakukan penarikan cepat sebelum jadwal, karena sama sama kita tahu kondisi,” kata Andi Fadli.(rdk)





