Update OJK Sulampua untuk Sulawesi Selatan

Koma.co.id, Makassar– Sewindu usia Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia, Regional 6 Sulampua (Sulawesi, Maluku, dan Papua) melakukan media update di Hotel Aston Makassar, Kamis, 21 November 2019.

Berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 2011, Kepala OJK Regional 6 Sulampua, Zulmi menyampaikan beberapa data untuk wilayah Sulawesi Selatan, antara lain fungsi OJK di daerah yaitu melakukan pengawasan terhadap penyelenggara keuangan pada konsumen.

“OJK juga melakukan forum komunikasi (FKIJK) untuk mempermudah kegiatan OJK termasuk di dalamnya mengedukasi masyarakat,” jelas Zulmi.

Data lain yang diinformasikan, ada 17 TPKAD berkantor di Sulawesi Selatan dan total 18 untuk di wilayah Sulawesi. TPKAD melakukan edukasi dan memfasilitasi pelaku usaha untuk mendorong mendapat informasi akses keuangan terkait keusahaan.

Adapun program yang berjalan saat ini, yakni program edukasi kemitraan dalam pembiayaan.

“Contoh di nelayan (khususnya di Kabupaten Takalar) memiliki empat kelompok mitra. Mereka pada umumnya meminjam di tengkulak dengan separuh harga pasar, ini membuat nelayan justru lebih banyak hutang dibandingkan mendapat keuntungan. Kami justru memudahkan masyarakat nelayan melalui Mitra nelayan ini,” tambah Zulmi.

Ada juga asuransi nelayan jika ikut KUR (Kredit Usaha Rakyat), ada juga asuransi tenaga kerja, juga ada kemudahan modal. Sekarang sudah tidak lagi meminjam di tengkulak. Selain nelayan, di bidang pertanian dan peternakan juga mendapat hal yang sama.

Untuk tahun ini, OJK mencatat kinerja perbankan di Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Aset mencapai Rp152,7 T tumbuh 7,48%, DPK Rp99,5 T tumbuh 7,07%, dan
Kredit Rp125,7 T tumbuh 5,75%. Tidak hanya bank yang menyediakan kredit, pegadaian juga menyedikan dan sudah mencapai Rp4,02 T, perusahaan pembiayaan piutang Rp983 M,
Jamkrida Sulsel memberikan modal Ventura dengan aset Rp63 M dan outstranding mencapai Rp128 M, dengan menghimpun 370 nasabah di Sulawesi Selatan.

Dari jumlah tersebut, didapatkan Kredit Pegadaian sudah mencapai Rp16,79 M untuk 2.334 UMKM. Sementara, Industri keuangan non bank di Sulsel telah mengasuransikan 7.675 nelayan, 13.869 ekor ternak, dan 4.896 Ha tanah pertanian.

Adapun jumlah investor mencapai 71,13% (43.148 investor) yang didominasi oleh Milenial di reksa dana atau pasar modal.(Mrw)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *