Koma.co.id– Kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS) di Kota Makassar ternyata masih dilakukan warga di beberapa wilayah.
Secara persentase yang dirangkum USAID IUWASH PLUS, 1,3% masyarakat masih memiliki kebiasaan ini. Indikasi BABS, yakni tidak memiliki akses sanitasi bagi masyarakat seperti buang air di sungai atau jamban tanpa penampungan.
Berdasarkan sampel yang disurvei di Kelurahan Maccini Gusung, USAID mencatat akses sanitasi di empat rukun tetangga atau 179 KK, didapatkan 12 % menggunakan IPAL komunal, 1% jamban leher angsa dengan tangki septik yang kedap, 81% menggunakan jamban leher angsa dengan penampungan tidak kedap, 4% jamban leher angsa tanpa penampungan, 2% warga ada yang numpang di MCK umum, dan tidak ada yang melakukan BABS di tempat terbuka.
Dari jumlah tersebut, sosialisasi tetap akan dilakukan menuju 2030 akses sanitasi dan air dikategorikan aman bagi masyarakat khususnya di Kota Makassar.(Mrw)





