Darurat Covid-19, Ketua AJI Makassar 2009 Desak Pemerintah

Koma.co.id, Makassar– Ketua Aliansi Jurnalis Independen Makassar 2009, Andi Fadli mendesak Pemerintah Sulawesi Selatan dan Kota Makassar segera melakukan langkah percepatan.

Adapun langkah yang dimaksud adalah segera mengumumkan lokasi atau pasien yang dalam pemantauan.

”itu salah satu cara masyarakat untuk mengetahui siapa dan lokasi mana yg harus dihindari,” katanya Jumat pagi, 27 Maret 2020.

Mantan Komisioner Penyiaran Indonesia Sulsel ini juga tetap memuji langkah pemerintah.

”kita pasti apresiasi pemerintah, tapi ini kok terkesan lambat. Jangan selalu menjamin saja tapi percepatan terkesan tidak ada.” lanjutnya.

Alasannya, jika masyarakat atau publik mengetahui pasien dan lokasi yang diduga, warga bisa menghindari.

”nah itu yang dimaksud kepentingan publik diatas segala-galanya. Bahwa jangan menyebut langsung identitas nama, kita tahu itu nda boleh mengungkap data pasien. Dugaan untuk antisipasi sangat perlu,” jelas mantan jurnalis trans tv ini.

Ia menambahkan, jika kondisi tidak memungkinkan mestinya pemerintah sudah melock beberapa tempat yang dianggap zona merah, supaya warga tidak mendekati lokasi tersebut.

”ini semata mata untuk kepentingan publik. Nah ini kok belum dilakukan, kapan. Coba lihat beberapa negara semisal Malaysia atau singapur, tdk usah negara maju teman se Asia tenggara saja melakukan hal demikian,” jelas Fadli yang juga merupakan Dosen UIN Alauddin Makassar ini.

Fadli mengatakan, mengetahui UU kedokteran soal dilarang mengungkap data pasien yang mempunyai penyakit khusus seperti wabah besar.

”Tapi ingat juga bahwa demi kepentingan publik hak masyarakat mendapatkan informasi yg baik dan benar, boleh ada kekhususan. Pastikan juga kebutuhan pokok untuk warga,” pungkasnya.(rdk)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *