Koma.co.id, Makassar– Nama petahana Wakil Bupati Kabupaten Bulukumba, Tomy Satria Yulianto dianggap berpotensi maju di Pilkada 2020 mendatang.
Dalam Diskusi Pilkada Bulukumba berjudul “Mencari pemimpin berpengalaman”, nama Tomy dianggap memiliki banyak pengalaman menurut pengamat politik dan survei, mengingat Tomy dekat dan memiliki pengetahuan lebih banyak mengenai permasalahan di Kabupaten Bulukumba selama dirinya menjabat sebagai wakil bupati.
“Secara umum dari lembaga survei, ada beberapa nama yang dianggap karena popularitasnya tinggi. Contohnya petahana (wakil bupati), sehingga kami lihat sebagai potensi saja,” kata Mukhtar selaku tim lembaga survei.
Nama berikutnya selain Tomy adalah Ketua Dewan Perwakilan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bulukumba, Askari HL. Di mana secara rasional PPP merupakan pemenang lokal di pemilihan partai lalu. Secara popularitas, PPP dianggap banyak dikenal masyarakat Kabupaten Bulukumba. Sehingga itu yang menjadi potensi berada di urutan kedua.
“Selebihnya, tokoh yang sudah melakukan pendekatan dianggap masih tergolong rendah. Pilkada Bulukumba ini ketika yang terpilih lebih dari satu periode, maka pertarungan akan sangat sengit. Mengingat banyaknya pemilihan rasional,” tambah Mukhtar.
Sementara itu, Pengamat Politik Sulawesi Selatan sekaligus akademisi Universitas Muhammadiyah Makassar, Muhammad Abdi mengatakan pemilihan pemimpin kota pembuat kapal Phinisi dianggap unik dan penting, mengingat Kabupaten Bulukumba bukan daerah pemekaran.
“Kondisi empirik di Bulukumba, kita tau bahwa kata yg cocok adalah pemimpin yang berpengalaman. Secara empirik bahwa kegiatan sosial politik lebih cocok dengan pendekatan induktif. Kegiatan pilkada yang lokalism
Di Bulukumba secara administratif bukan sebagai kabupaten pemekaran. Yang tentu masyarakatnya sudha tidak perlu diajari lagi. Bulukumba yang merupakan kota tua kurang cocok untuk dipakai coba-coba untuk pilkada. Itu secara administratif kelembagaan,” tambah Abdi.
Menurut Abdi, pemilihan pemimpin daerah kali ini harus dilihat dari perspektif persiapan calon pemimpin, perencanaan, hingga penguasaan teknologi informasi.
“Perencanaan, untuk melihat target ke depan. Kemudian, para calon harus menguasai teknologi dan informasi. Untuk melihat perkembangan isu ke depan. Harus pandai-pandai melihat siapa yang memengaruhi suara. Dan yang paling penting adalah pengalaman memahami Bulukumba secara menyeluruh,” pungkas Muhammad Abdi.(Mrw)





