Dosen STIE Mulia Pratama Bekasi Berikan Mesin Pengolahan Tempe 

Koma.co.id, Bekasi– UMKM Pengrajin Tempe Kelurahan Margahayu Kota Bekasi, selama ini mengalami kendala dalam pencucian dan pengupasan kulit ari kacang kedelai dan peningkatan kapasitas produksi. Pasalnya, untuk proses pencucian dan pengupasan kulit ari tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama.

Untuk itu, Tim Pengabdian Masyarakat STIE Mulia Pratama berinisiatif membantu meningkatkan produktivitas UMKM Pengrajin Tempe Kota Bekasi dengan memberikan pelatihan dan mesin pencuci dan pengupas kulit ari kedelai.

“Pada pengabdian kali ini, kami memberikan kepada mitra, mesin pengupas kulit ari dan mesin cuci kedelai yang nantinya dapat meningkatatkan produktifitas dari UKM Ratu Tempe,” kata Andi Muhammad Sadli, selaku ketua pengabdian melalui pesan tertulisnya, 30 September 2024.

Menurut Andi, selama ini UMKM Pengrajin Tempe Kota Bekasi masih menggunakan alat tradisional. Untuk mengupas 100 kg kulit ari kacang kedelai saja, mereka membutuhkan waktu sampai 24 jam. Sedangkan dengan adanya alat ini, bisa diselesaikan hanya dengan 15 menit. “Dengan adanya mesin ini, kami berharap mitra dapat lebih bersemangat dalam memproduksi tempe dan lebih higienis tentunya,” harap Andi.

Selain itu, lanjut Andi selama ini UMKM Pengrajin Tempe Kota Bekasi mencuci kacang kedelai secara manual dengan menggunakan tangan sehingga memakan waktu selama satu jam. Hasilnya juga masih kurang higienis dan kurang efisien sehingga berpengaruh terhadap produktifvtas tempe. “Dengan adanya teknologi mesin pencuci kacang kedelai ini, kami berharap dapat meningkatkan higienitas dan produktivitas pembuatan tempe,” ujar Andu lagi.

UMKM Pengrajin Tempe Kelurahan Margahayu Kota Bekasi selaku mitra, mengucapkan banyak terima kasih kepada Tim Pengabdian Masyarakat STIE Mulia Pratama. Mereka juga berharap, dengan adanya mesin ini produktivitas tempe mereka dapat meningkat dan lebih higienis, sehingga harapannya kesejahteraan kami dapat meningkat juga. Mereka pun berharap, pengabdian ini dapat berlangsung lagi tahun depan.

Pengabdian Masyarakat USU ini berlangsung pada Seninu (30/9), dengan Ketua Tim Andi Muhammad Sadli, dengan anggota Budi Rachmawati dan Reni Yesi S. Mereka dibantu tiga orang mahasiswa yakni Adiarti Naharjanti, Nurul dan Rafly. Program ini didanai oleh DRTPM Kemendikbudriste Tahun Anggaran 2024 melalui skema Pengabdian Masyarakat Pemula.(rls)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *