Koma.co.id, Makassar– NiIai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan Sulawesi Selatan pada bulan Januari 2020 tercatat mencapai US$ 70,67 Juta. Angka ini mengalami penurunan sebesar 42,55 persen bila dibandingkan nilai ekspor bulan Desember 2020 yang mencapai US$ 123,00 Juta.
Sementara itu, capaian Januari 2020 tercatat mengalami peningkatan sebesar 10,19 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 64,13 Juta.
Nikel merupakan komoditas dengan nilai ekspor terbesar dari Sulawesi Selatan pada bulan Januari 2020 dengan nilai sebesar US$ 54,37 juta (76,93 persen); disusul kelompok komoditas Lak, Getah dan Damar sebesar USS 4,51 juta (6,39 persen); Ikan, Udang dan Hewan Air Tidak bertulang Belakang Lainnya sebesar USS 2,26 juta (6,39 persen) Biji-bijian berminyak dan Tanaman Obat sebesar USS 1,84 juta (2,61 persen); serta besi dan Baja sebesar USS 1,65 juta (2,34 persen); dari total nilai ekspor Sulawesi Selatan.
Bila dibandingkan dengan Desember 2019 maka ekspor komoditas Nikel turun 35.62 persen; Lak, Getah dan Damar meningkat 8,23 persen; Ikan, Udang dan Hewan Air Tidak Bertulang Belakang Lainnya turun 63,86 persen; Biji-bijian berminyak dan Tanaman Obat turun sebesar 77,07 persen; serta Besi dan Baja turun sebesar 75.28 persen.
Kepala BPS Sulawesi Selatan, Yos Rusdiansyah mengatakan, saat ini masih memasuki tahun baru, sehingga penurunan yang ada dibanding Desember 2019 sebelumnya dianggap wajar. Belum ada hubungannya dengan dampak Virus Corona.
“Khusus ekspor, kita melihat juga menurun dibandingkan bulan lalu. Tetapi belum terlihat dampak dari virus Corona, karena ini siklus. Kalau dibandingkan dengan Desember, puncak ekspor kita ternyata Desember dan kembali di bulan ini di tahun baru ekspornya mulai rendah lagi. Nanti kita lihat apakah di bulan Februari terjadi dampak akibat virus Corona,” ujarnya pada rilis data BPS, Senin, 2 Maret 2020.
Melihat cakupan kebijakan di tingkat nasional Cina, aktivitas keluar rumah pekerja pabrik tidak bekerja itu berarti ada grafik yang tidak bekerja juga selama sebulan. Sehingga kalau ekspornya dikirim dari Sulsel, berarti pabrik itu tidak bekerja terhadap Sulawesi Selatan.
“Nah gambarannya belum terlihat angkanya karena baru diterbitkan di bulan Januari 2020. Ditunggu bulan depan. Mudah-mudahan terlihat jelas apakah ada pengaruh dari dampak adanya virus Corona,” tambah Yos.
Sementara, negara tujuan ekspor Sulawesi Selatan pada bulan Januari 2020 dengan nilai lima terbesar yaitu ke lepang dengan nilai sebesar USS 56,29 juta (79,66 persen); disusul Tiongkok dengan nilai USS 7,79 iuta (11,03 persen); Vietnam dengan nilai USS 1,22 juta (1,72 persen); Timor Leste dengan nilai US$ 1.14 juta (1,61 persen) dan Filipina dengan nilai USS 0,87 Juta (1,23 persen) dari total nilai ekspor Sulawesi Selatan.
Dibandingkan dengan bulan Desember 2019 nilai ekspor ke Jepang turun sebesar 35,98 persen, nilai ekspor ke Tiongkok turun sebesar 64,56 persen, nilai ekspor ke Vietnam turun 51,93 persen, nilai ekspor ke Timor Leste naik sebesar 6,85 persen, dan ekspor ke Filipina naik sebesar 1,95 persen. Untuk perbandingan Year-on-Year ekspor ke Jepang mengalami peningkatan 43,66 persen, nilai ekspor ke Tiongkok turun sebesar 38,36 persen, nilai ekspor ke Vietnam naik sebesar 1,09 persen, nilai ekspor ke Timor Leste meningkat 72,97 persen, dan nilai ekspor ke Filipina meningkat sebesar 1172,27 persen.(rls)




