Koma.co.id, Makassar– Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Syarifuddin Wahid mengatakan profesi dokter harus dibingkai agar baik dilihat. Bingkai pertama adalah etik dan disiplin. Penampilan sebagai dokter ada sains dan teknologi, alturism, integritas, peduli, itulah yang dirasakan oleh masyarakat.
Budaya profesional seorang dokter dibentuk adanya responsibility akuntabilitas, dan moral.
“Tanggung dari diri sendiri. Karena yang kita periksa adalah manusia itu sendiri, apabila kita tidak mendengar dan merasakan apa yang dikeluhkan pasien, berarti tanggung jawab sebagai dokter belum ada agar timbullah kasih sayang kepada pasien,” ujarnya dalam Talkshow yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin pada Jumat, 26 Januari 2024.
Dengan tema materi Aspek Etika Morel Dokter, Prof. Syarifuddin mengatakan selanjutnya adalah Akuntabilitas, tanggung jawab terhadap tempat kerja sehingga melahirkan keterbukaan, kehati-hatian, kaderisasi, dan pengembangan. Dan terakhir adalah moral tanggung jawab terhadap pasien, kesadaran terhadap etika dan hukum.
“Tiga hal tersebut harus melekat pada dokter. Coba bayangkan diri sebagai dokter dengan menerapkan etika, disiplin, dan hukum. Itulah yang menjadi modal untuk dapat dikatakan dokter profesional. Dan Fakultas Kedokteran merupakan organisasi profesi rumah sakit untuk memfasilitasi para dokter untuk membangun tiga hal tersebut,” sebutnya.
Sebagai pembicara berikutnya, Prof. dr. Abdul Kadir selaku Ketua Umum IKA FK Unhas dalam tema Mencetak Dokter Hebat dengan Kemampuan Leadership. Ia mengatakan, saat ini kita menghadapi berbagai masalah khususnya di Indonesia. Masyarakat ekonomi Asean pada saat itu banyak dokter asing, banyak investor. Namun masyarkat Indonesia harus menjadi tuan rumah sendiri.
Secara internal, melemahnya kondisi ekonomi, perubahan demografi, peningkatan umur harapan hidup, AKI, dan AKB masih tinggi, Stunting, dan masih banyak lagi permasalahan yang terjadi di negara ini.
“Indonesia perlu menambah infrastruktur kesehatan dan tenaga medis untuk mengejar ketertinggalan. Khususnya di daerah. Sementara proyeksi belanja kesehatan Indonesia semakin meningkat, dan pasar farmasi dan alat kesehatan juga akan tumbuh setiap tahun,” sebutnya.
Hadir juga Dekan Fakultas Kedokteran Unhas, Prof. Dr. Haerani Rasyid sebagai pembicara dan dr. Erwin Aras sebagai moderator dalam Talkshow “Dokterku Hebat, Dokterku Smart” yang diadakan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.(Mrw)





