Koma.co.id, Makassar– Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Makassar menggelar rapat kerja daerah (rakerda) pada Minggu, 5 September 2021.
Dihadiri oleh pengurus-pengurus PKS baik wilayah, daerah, hingga cabang. Partai yang mengklaim sebagai partai oposisi ini mengagendakan untuk fokus pada penambahan anggota selama tahun 2021.
Ketua DPW Sulsel PKS, M. Amri Arsyid mengatakan partai ini akan konsisten menjadi pembela rakyat sehingga diharapkan seluruh elemen pengurus di Sulsel fokus pada kondisi ini dan berfikir bersama.
“PKS ada dalam sorotan, pertama kita oposisi beradandi luar pemerintah. Karena kita yakin negara butuh keseimbangan dalam kekuasaan. Kalau semuanya bergabung ke dalam sisi pemerintahan yg bisa memberikan kritik konsumtif, bayangkan kalau negara ini berjalan sesuai keinginan pihak tertentu,” ujarnya pada sambutan di Rakerda.
Adapun fokus dari rakerda di tahun 2021, yakni mengutamakan perekrutan anggota dan perbaikan struktur pengurus sehingga pada 2022 mendatang PKS sudah akan fokus pada mengedukasi bakal calon yang diusung baik di legislatif maupun kepala daerah.
“Pemenangan menjadi prioritas sejak pusat ditetapkan pertama penambahan jumlah kursi dan anggota. Pemenangan di level kabupaten dan kota ditargetkan, yakni minimal 60% pemenangan untuk gubernur dan wakil gubernur di 2018 lalu,” tambah Amri.
Untuk pemilihan calon anggota legislatif, kata Amri, ditargetkan 2021 Oktober ditargetkan seluruh dapil harus sudah terpenuhi. Sehingga di tahun 2022 fokus pemenagan dengan mengedukasi anggota.
“Masuk ke pemenuhan personil charge mamasukkan menjadi calon kepala daerah maupun di Legislatif,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD PKS Makassar Anwar Faruq menambahkan pengurus DPD akan konsisten dan komitmen untuk memenuhi arahan tersebut.
“Tugas kami akan fokus pada solid struktur, kemudian KTAliasiasi (penambahan Kartu Tanda Anggota) untuk pemenuhan penambahan anggota PKS. Kami membuka peluang pendaftaran anggota baik Islam maupun agama lain. Kami di DPD Makassar membuka penjaringan untuk anggota dewan baik pusat, maupun di provinsi. Kami juga ada mekanisme bimbingan tehnis untuk dapat memenuhi target dan program. Target 3000 anggota terdaftar,” tutupnya.(Mrw)





