Mafindo Bekasi Bersama SDN Mangun Jaya I dan Dinas Pendidikan Gelar Pelatihan AI untuk Orangtua

Koma.co.id, Bekasi– Mafindo Bekasi bekerjasama dengan SDN Mangunjaya 1 dan Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Bekasi melaksanakan kegiatan Implementasi pelatihan AI Ready ASEAN secara online.  AI Ready ASEAN merupakan kelanjutan dari kemitraan antara ASEAN Foundation dan Google.org yang bertujuan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan yang siap menghadapi masa depan AI yang sedang berkembang. Program ini dilaksanakan di 10 negara ASEAN. Melalui kegiatan pelatihan ini berusaha untuk memberdayakan lebih dari 5.500.000 juta jiwa warga ASEAN tentang keterampilan AI. di Indonesia program AI Ready ASEAN bekerja sama dengan berbagai Learning Implementation Partner (LIP), seperti Mafindo, Ruang Guru, Kaizen, Coding Bee dan Bebras.

Pelatihan kecerdasan artifisial untuk siswa/mahasiswa, Guru dan Orang Tua. Syllabus AI Ready ASEAN dirancang untuk membangun literasi dan kompetensi  fundamental AI bagi empat audiens target: pemuda (youth), orang tua (parents), pendidik (educators), dan master trainer (master tainers). Isi modul dikelompokkan ke dalam empat kategori utama:  AI Fundamental (Dasar AI), AI Usage & Implementation (Penggunaan & Implementasi AI), AI Ethic, Privacy & Security (Etika, Privasi & Keamanan AI), Teaching About AI (Mengajar Tentang AI). Selain itu, program ini juga menyediakan akses ke platform Learning Management System (LMS) pada institute.mafindo.or.id  yang memungkinkan peserta mengakses materi pelatihan implementasi secara fleksibel dan berkelanjutan.

Mafindo didukung oleh ASEAN Foundation melaksanakan program AI Ready ASEAN sebagai inisiatif strategis untuk memberikan pelatihan dasar tentang Kecerdasan Artifisial kepada para siswa/ mahasiswa, guru dan orang tua (pendamping anak muda) dari wilayah-wilayah Mafindo, bekerja sama dengan institusi pendidikan dan komunitas lainnya.

Pelatihan online bertajuk AI Ready ASEAN yang diselenggarakan oleh MAFINDO Bekasi Raya ini sukses dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 April 2026, melalui ruang virtual Zoom. Kegiatan yang dipandu oleh Kristien Mey Triyana, S.T., M.M. selaku MC ini dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan antusiasme tinggi dari para orang tua di wilayah Bekasi. Tahap awal kegiatan difokuskan pada pengisian presensi dan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta mengenai kecerdasan artifisial (AI) sebelum memasuki sesi materi utama. Suasana semakin meriah saat MC mengajak peserta melakukan jargon khas: “AI Ready ASEAN: Future Ready ASEAN, Be ASEAN”. Acara dibuka secara resmi setelah serangkaian sambutan hangat, mulai dari Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho, Project Officer AI Ready ASEAN Raundoh Tul Jannah, hingga Koordinator Wilayah MAFINDO Bekasi Raya Budi Indaryadi. Puncaknya, Bapak Imam Faturrachman, S.T., M.Si. selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bekasi, memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menegaskan pentingnya kolaborasi antara orang tua dan teknologi dalam pendidikan.

Memasuki sesi inti, para peserta dibekali dengan kurikulum komprehensif yang disampaikan oleh empat narasumber ahli secara bergantian. Kak Muhamad Handar, S. I. Kom. membuka sesi dengan materi fundamental mengenai pengenalan AI dan potensinya di era digital. Selanjutnya, Kak Adi Muhajirin, M.Kom., M.M. memaparkan materi “AI Prompt 101”, di mana orang tua diajarkan seni berkomunikasi dengan AI agar mendapatkan hasil yang akurat dan bermanfaat. Aspek krusial mengenai batasan moral dibahas oleh Kak Happy Ika Melvina M.Pd. melalui materi etika, privasi, dan keamanan AI, yang menekankan pentingnya menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan berintegritas. Sesi materi ditutup oleh Kak Nuranda M.Pd. yang memperkenalkan metode belajar menyenangkan melalui website code.org serta memberikan panduan praktis pengoperasian Learning Management System (LMS) ASEAN Foundation. Interaksi dua arah terjalin sangat dinamis dalam sesi tanya jawab, di mana para peserta berkonsultasi langsung mengenai kendala teknis dan implementasi etika AI di lingkungan keluarga.

Tahap akhir kegiatan diarahkan pada sesi implementasi nyata melalui Break Out Room (BOR), di mana para peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan 15 modul pada LMS ASEAN Foundation dengan bimbingan sembilan trainer berpengalaman. Sesi praktik ini memastikan bahwa setiap orang tua tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengoperasikan alat-alat digital secara mandiri. Setelah kembali ke ruang utama, peserta menyelesaikan post-test sebagai bentuk evaluasi akhir dan mengunggah bukti tangkapan layar sebagai syarat kelulusan pelatihan. Acara ditutup dengan penuh haru oleh MC Kristien Mey Triana yang berpesan bahwa peran orang tua sebagai pendamping bijak dan pemberi kasih sayang tetaplah hal yang utama dan tak tergantikan oleh mesin mana pun. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama untuk terus bertumbuh demi masa depan generasi bangsa, diikuti dengan harapan untuk bertemu kembali di program inspiratif Mafindo selanjutnya.(rls) 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *