Gelar FGD, Bupati Bone Apresiasi PERWIRA

BONE – Sebagai daerah yang memiliki luas wilayah terbesar di Sulawesi Selatan, Bone juga punya nilai adat dan budaya yang besar. Jangankan daerah lain nusantara, Bone sebuah kerjaan besar dulu sangat di hargai bahkan sampai di luar negeri.

Baca juga : Pertemuan Keturunan Puatta La Patau Bone Sepakati Pendirian Organisasi Yayasan 

Read More

Menurut Bupati Bone Andi Fashar Padjalangi, sejak duli Bone sangat terkenal begitu besar, sekarang kurang besar dan kembali akan lebih besar.

”Namun jangan membentuk kerajaan, sebab kita jadi kerdil. Tapi untuk peningkatan kebudayaan misalnya lembaga adat, sangat menjadi prioritas,” ujar Bupati Baso Fashar saat membuka FGD di sebuah hotel Kabupaten Bone yang di prakarsai oleh Perkumpulan Wija Keturunan PERWIRA.

Lebih lanjut, awalnya dulu yang ditawari adalah Andi Fashar, sebelum jadi bupati tapi lebih mendahulukan Andi baso Hamid dengan alasan kerabat keluarga yang masih dituakan.

”Awalnya saya sempat ditawari dulu, tapi lebih memberikan kepada Baso Hamid sebagai yabg masih lebih tua,” kata Fashar.

Secara khusus untuk lembaga adat nantinya, Bupati Bone mengharapkan harus di berikan legal atau produk hukum seperti Perda.

”Harus legal sebagai produk hukum,” kata Bupati Bone.

Fashar melanjutkan, tidak perlu mencontoh daerah lain.

”Sejauh mana pekerjaan dekan adat dan siapa yang bisa masuk,” jelasnya.

Menurut ketua IKA ini harus yang betul-betul paham adat dan budaya.

”Apa yang bisa kita banggakan,” jelasnya dengan nada tanya.

Itulah yang harus kita pikirkan secara bersama-sama. Secara pribadi sebagai wija keturunan, Bupati Bone ingin meletakkan suatu kerangka tentang adat dan budaya dan semoga pemimpin kedepan bisa melanjutkan.

Konsep geopark ada wisata, geologi, budaya menjadi kawasan geopark. Ada songkok recca dari pohon mana hingga culture diversity.

Demikian ungkapan Prof Asri pakar giolog dan geopark dari Unhas dalam fgd Bone Geopark di kota watampone dalam rangkaian silaturahmi perhimpunan wija raja Lapatau.

”Salah satu geologi yang unik di Indonesia ada di Sulsel. Seperti potensi air panas dan sejumlah cagar dan benteng tua,” kata Prof Asri.

Falsafah geopark menciptakan kedekatan antara manusia dan alam.

”Harus lahir dari masyarakat bukan dari pemerintah, warisan geologi,” kata De Yadi dosen arkeologi FIB Unhas.

Menurut Yadi, jika ingin melihat geopark di Indonesia, sebenarnya ada di Bone. Pada prinsip memuliakan bumi dan menyejahterakan masyarakat, itulah geopark taman bumi yang dapat memicu pertumbuhan ekonomi.

”Harus ada SDM yang unggul, dan Unhas senantiasa komitmen,” ungkapnya.

Sangat berdampak dalam peningkatan ekonomi dan masyarakg seperti di China. Untuk pengembangan geopark secara regulasi atau aturan sangat jelas.

”Peningkatan kesejahteraan tanpa merusak alam. Nilai gotong royong yang terimplmentasi dalam konsep kekinian,” ungkap jebolan kampus di Jawa ini.

Kegiatan FGD ini di ikuti unsur pemerintah, LSM, jurnalis dan pemerhati budaya di Kabupaten Bone yang menghadirkan pemateri Prof Andi Kasma dan Dr Andi Akhmar.**

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *