Grab for Good Inisiatif Program Sosial Literasi Digital dan Mendobrak Sunyi

Fajar Shiddiq, Ivan Octa Putra, Anthony Tan, CEO and Co-founder, Grab, Neneng Goenadi, Managing Director, Grab Indonesia; Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan Republik Indonesia; Bambang Prasetyo, Ketua DPP Gerkatin (GERKATIN); Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto; Hooi Ling Tan, Co-founder, Grab; Al Kautsar Wirawan; Bonar Bangun Simanjuntak

Koma.co.id– Perusahaan layanan berbasis digital Asia Tenggara, Grab menginisiasi program “Grab for Good” dua hal, yakni pelatihan peningkatan keterampilan dan literasi digital yang dikerjasamakan denga Microsoft, dan inisiatif “Mendobrak Sunyi”, yang memberikan kesempatan bagi teman Tuli dan orang dengan keterbatasan pendengaran untuk dapat berpartisipasi lebih baik dalam ekonomi digital melalui ekosistem Grab.

Dua inisiatif tersebur merupakan awal dari rencana tahunan Grab memberi pembekalan pada para calon pengusaha skala kecildengan kemampuan teknologi yang krusial agar bisa berkembang dalam ekonomi digital baru.

Adapun kerja sama tingkat regional bersama dengan Microsoft, yakni akan membekali para pekerja dengan kemampuan teknologi yang dibutuhkan, agar dapat berkembang dalam ekonomi digital.

Grab dan Microsoft ingin menjembatani kesenjangan keterampilan digital dengan menggabungkan kemampuan, kapasitas dan sumber daya manusia, dan juga bekerja sama untuk mewujudkan visi bersama dalam menciptakan kesempatan ekonomi melalui teknologi dan memastikan bahwa ekonomi digital dapat diakses oleh seluruh masyarakat Asia Tenggara.

Group CEO & Co-founder Grab, Anthony Tan mengatakan kesiapan Asia Tenggara menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2030. Namun, pada kenyataannya tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk ikut tumbuh bersama Asia Tenggara yang tengah tumbuh.

Jika sektor swasta secara aktif menciptakan program-program untuk komunitas lokal, maka teknologi dapat lebih dijangkau oleh lebih banyak orang, dan proses pembelajaran keterampilan-keterampilan baru dapat dengan segera mengubah kehidupan lebih banyak orang di Asia Tenggara.

“Inti dari ‘Grab for Good’ adalah membangun sebuah platform yang inklusif, dan telah menjadi komitmen kami untuk menciptakan dampak positif dan berkelanjutan di setiap negara tempat kami beroperasi,” jelasnya.

Sejalan dengan program pemerintah, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Grab telah menghidupkan optimisme dengan cara membuat akses kepada para pemilik usaha yang sebelumnya tidak terlayani oleh sistem yang ada.

Teknologi digital memainkan peran penting dalam perekonomian, berbeda dengan prediksi bahwa teknologi digital mengganggu kehidupan manusia dan menghilangkan lapangan kerja, justru sebaliknya.

“Saya melihat lebih banyak peluang tentang bagaimana pemerintah Indonesia dapat berkolaborasi dengan perusahaan digital seperti Grab dalam program pendidikan, kesehatan, dan jaringan pengaman sosial. Pemerintah Indonesia bertekad untuk membangun kondisi yang memang dibutuhkan, yaitu infrastruktur dan sumber daya manusia, agar masyarakat di Indonesia dapat speenuhnya memetik manfaat dari perkembangan ekonomi digital,” jelas Sri.

Rencananya, Grab serta Microsoft akan bekerja sama dalam tiga hal, yakni membangun keterampilan teknis bagi mahasiswa di perguruan tinggi di berbagai negara Asia Tenggara, memberdayakan mitra pengemudi dan keluarganya agar dapat berkembang dalam ekonomi digital melalui pengembangan keterampilan digital
Mitra pengemudi Grab akan mendapatkan akses untuk mengikuti program sertifikasi literasi digital milik Microsoft melalui aplikasi mitra pengemudi Grab, serta membuka jalur bagi mitra pengemudi untuk mengejar karir di bidang teknologi.

Selain itu, Program Grab for Good menginisiasi pelayanan bagi para difabel agar dapat merasakan manfaat dari ekonomi digital.

Grab akan memperluas inisiatif ‘Mendobrak Sunyi’ (Break the Silence), dimana Grab memiliki lebih dari 500 mitra pengemudi Tuli dan berencana untuk menggandakan jumlah ini di tahun depan.

Dalam International Week of the Deaf (23-30 September), Grab mengumumkan kerja sama dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) di Indonesia, Malaysia Federation of the Deaf, Singapore Association of the Deaf, dan National Association of the Deaf Thailand untuk meningkatkan penerapan serta advokasi pentingnya inklusivitas untuk mendukung teman Tuli dan orang dengan keterbatasan pendengaran di Asia Tenggara.

Bambang Prasetyo, Ketua DPP Gerkatin menyatakan, mendapatkan kesempatan bekerja dengan penghasilan yang cukup selalu menjadi tantangan bagi orang Tuli di Indonesia. Sering kali, kesempatan bekerja yang ada tidak menyediakan alternatif cara berkomunikasi selain lewat suara sehingga menyulitkan orang Tuli dalam mendapat pekerjaan.

“Kami sangat bersyukur perusahaan seperti Grab telah merangkul kami ke dalam platform mereka sehingga orang Tuli bisa menjadi mitra pengemudi, merchant (GrabFood) atau mitra pengiriman barang. Kerja sama dengan Grab Indonesia telah membantu memberdayakan orang Tuli sehingga lebih percaya diri dan mandiri secara ekonomi. Kami percaya, merupakan langkah penting bagi Indonesia guna mewujudkan bangsa yang lebih inklusif bagi semua,” tambahnya.(rls)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *