Koma.co.id– Kementerian Perdagangan Indonesia menggelar Roadshow Perjanjian Dagang Indonesia-EFTA CEPA Comprehensive Evonomic Partnership Agreement (IE-CEPA) di Makassar, Kamis, 26 September 2019.
Untuk memaksimalkan kerjasama bilateral antar negara yang terkait seperti Islandia, Liechtenstein, Norwegia, Swiss, dan negara mitranya memiliki kesepakatan dalam perundingan akan menghapuskan tarif bea masuk di masing-masing negara EFTA. Adapun di antaranya, penghapusan tarif pada 6,333 pos tarif (90.97% total pos tarif) Norwegia yang mencakup 99.75% nilai impor Norwegia dari Indonesia, penghapusan tarif pada 8,100 pos tarif (94.28% total pos tarif) Islandia yang mencakup 99.94% nilai impor Islandia dari Indonesia, serta penghapusan tarif pada 7,042 pos tarif (81.74% total pos tarif) Swiss yang mencakup 99.65% nilai impor Swiss dari Indonesia.
Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Indonesia, Ni Made Ayu Marthini mengatakan pihaknya berada di Sulawesi Selatan khususnya di Makassar untuk mensosialisasikan kerjasama yang telah dilakukan Indonesia-EFTA dianggap belum maksimal.
“Oleh karena itu, kita memiliki sebuah perjanjian yang mengikat, jadi ada penurunan tarif antar negara, Swiss menurunkan tarifnya, Norwegia juga menurunkan tarifnya, Islandia. Artinya, peluang kita untuk masuk untuk barang dan jasa itu lebih baik. Untuk itu kita manfaatkan jangan sampai perjanjian itu hanya di atas kertas saja,” jelas Ni Made.
Di Sulawesi Selatan, terdapat banyak produk atau jasa yang berpotensi. Salah satunya adalah perikanan termasuk di dalamnya adalah rumput laut, kemudian rempah rempah (lada, cengkeh), emas, ada juga produk lainnya untuk diekspor. Namun, EFTA (European Free Trade Association) memiliki banyak persyaratan
“Jadi, kami ke sini untuk menyampaikan. bagaimana kita bisa memenuhi persyaratan yang mereka buat. Di sini kita harus meningkatkan kualitas kita sehingga berdaya saing, karena tarif sudah rendah,” lanjut Ni Made.
Dalam perjanjian tersebut, Indonesia memiliki kerjasama dengan negara EFTA untuk meningkatkan kualitas ekspor di Indonesia. Dari segi jasa, Kementerian Perdagangan sedang melakukan pelatihan perikanan untuk menambah kualitas produk
“Tadi juga peserta menanyakan hal-hal yang sustainable yang ramah lingkungan kalau ikannya ditangkap dengan praktek bagus itu adalah hal yang baru berkembang. Kita harus ikut untuk bisa bersaing dengan produk negara lain,” tutup Ni Made.(Mrw)




