Hadir di AFPI, Kalonay Beri Solusi Jasa Penagihan

Koma.co.id, Makassar– Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia (AFPI) hadir dan memperkenalkan sejumlah platform pemberi pinjaman kepada pelaku usaha khususnya UMKM di Makassar pada Jumat, 24 Juni 2022.

Tak ketinggalan, hadir salah satu anggota AFPI yang bergerak di bidang jasa penyedia layanan penagihan untuk beberapa platform Fintech, yaitu Kalonay.

Berdiri sejak Oktober 2020 lalu, Kalonay yang berkantor di Kompleks Ruko The Great Saladin Depok, Jawa Barat ini resmi terdaftar menjadi anggota AFPI pada Februari 2021.

“Tugas dari karyawan Kalonay, yakni melakukan penagihan melalui via telepon maupun media sosial seperti WhatsApp. Khusus data-data customer berasal dari platform kerjasama, yang nanti pihak Kalonay menjadi agen untuk melakukan penagihan sesuai SOP yang diatur oleh AFPI bersama OJK,” sebut E Fitrananda El Habib selaku President Director of Kalonay.

Yang menjadi pembeda antara Kalonay dengan penyedia jasa penagihan (collection agency), yakni Kalonay sudah memiliki izin dan juga menjadi anggota dari AFPI. Sementara untuk semua data penagihan, dilakukan sesuai dengan arahan dan aturan AFPI dan OJK.

Keunggulan Kalonay ini melakukan penagihan berdasarkan SOP. Kalau misalkan di luar SOP, tidak akan diterima. Keunggulan lainnya juga menggunakan fasilitas auto-dial, skip racing atau yang semisalnya.

“Kami juga memberikan jaminan data customernya (pelanggan) tidak akan disalahgunakan untuk hal lain di luar tugas kami. Jadi kami melakukannya sesuai arahan APFI dan OJK agar tidak keluar dari ranah area kantor,” sambung El Habib.

Adapun penagihan, kata El Habib, dilakukan berdasarkan SOP yang baik dan sopan. Namun, apabila terjadi hal buruk yang dilakukan oleh karyawannya, pelanggan bisa melakukan pengaduan ke OJK, APFI, ataupun melalui platform itu sendiri.

“Tapi kalau di Kalonay, sudah jelas kami sangat berhati-hati, sangat tidak memperbolehkan agency kami melakukan penagihan yang tidak beretika. Etika yang diharuskan AFPI adalah tidak boleh menagih dengan cara-cara intimidasi, kasar, kekerasan, nada tinggi dan mengancam penyebaran data. Kalau kita melanggar, kita akan langsung dikeluarkan dari anggota AFPI” jelasnya.

Saat ini, Kalonay sudah bekerjasama dengan 15 platform penyedia jasa pinjaman keuangan. Beberapa di antaranya yaitu Adakami, UKU, Indodana, dan Kredivo.

Hingga saat ini, Kalonay telah memiliki sekitar 150 hingga 200 orang karyawan. Ke depan, Kalonay berencana membuka cabang di Sulawesi Selatan.

“Kalonay hadir dan berencana membuka cabang di Sulawesi Selatan sebagai salah satu wadah bagi masyarakat untuk mendapat peluang bekerja, nanti di tahun 2023 mendatang,” tutup El Habib.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *