Koma.co.id, Makassar– Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kalla Institute melaksanakan program bertajuk “Penguatan Ekosistem UMKM Industri Rumah Tangga Olahan Pangan melalui Pendampingan Berbasis Teknologi dan Inovasi”. Kegiatan ini merupakan hibah yang didanai oleh Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Tahun Anggaran 2026 melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
Program tersebut diterapkan pada UMKM MASSIPA’ Keripik Pisang yang berlokasi di Jalan H. Mahsun Dg. Nompo, Perumahan Tamangapa Modern Land No. 13, Makassar. Kegiatan berlangsung pada 5 Agustus 2026 dan dihadiri oleh tujuh peserta.
Kegiatan ini diketuai oleh Rezty Amalia Aras. Fokus utama program adalah membantu UMKM memanfaatkan teknologi dan inovasi dalam pengelolaan usaha. Dengan demikian, pelaku usaha dapat meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing bisnis.
Menurut Rezty Amalia Aras, transformasi digital bagi UMKM tidak cukup dilakukan melalui pelatihan satu kali. Pelaku usaha membutuhkan pendampingan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten.
“Kami ingin teknologi tidak hanya dikenalkan kepada pelaku UMKM, tetapi benar-benar dapat digunakan dalam aktivitas usaha sehari-hari. Karena itu, program ini kami lengkapi dengan pendampingan agar pengelolaan keuangan dan pemasaran digital dapat diterapkan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Rezty.
Pada sesi pertama, peserta memperoleh materi mengenai aspek manajemen usaha. Materi ini disampaikan oleh Khaerunnisa Syahnur. Pembahasan difokuskan pada pengelolaan keuangan berbasis digital. Peserta diperkenalkan pada cara mencatat transaksi secara lebih sistematis dan terdokumentasi.
Selain itu, peserta juga mempelajari pemanfaatan aplikasi digital untuk mendukung pembukuan usaha. Melalui pelatihan ini, UMKM diharapkan mampu mengelola arus kas dengan lebih baik. Oleh karena itu, keputusan bisnis dapat diambil berdasarkan data keuangan yang lebih akurat.
Sementara itu, sesi kedua membahas aspek pemasaran yang disampaikan oleh Mirandha Ariesca Riana. Materi yang diberikan meliputi branding, pemasaran digital, serta pemanfaatan platform online untuk promosi produk.
Peserta mendapatkan wawasan mengenai pentingnya membangun identitas merek yang kuat. Kemudian, peserta juga mempelajari strategi penggunaan media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar. Lebih lanjut, pelatihan ini mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana meningkatkan visibilitas produk.
Salah satu penerima manfaat dari program ini, perwakilan UMKM MASSIPA’, mengapresiasi pendampingan yang diberikan oleh tim PKM Kalla Institute. Menurutnya, materi yang diberikan membantu pelaku usaha memahami pentingnya pencatatan keuangan dan pemasaran digital dalam pengembangan bisnis.
“Pelatihan ini sangat membantu kami karena selama ini pengelolaan usaha masih dilakukan secara sederhana. Kami mendapatkan pengetahuan baru tentang pencatatan keuangan secara digital dan cara memasarkan produk melalui media sosial. Harapannya, ilmu ini bisa kami terapkan untuk membuat usaha MASSIPA’ lebih tertata dan berkembang,” ungkapnya.
Tidak berhenti pada pelatihan, tim PKM Kalla Institute juga akan memberikan pendampingan secara intensif dan personal. Pendampingan ini difokuskan pada implementasi pengelolaan keuangan digital dan digital marketing.
Melalui program ini, UMKM MASSIPA’ diharapkan memiliki sistem pencatatan keuangan yang lebih tertib dan terarsip dengan baik. Pencatatan yang rapi akan memudahkan pengelolaan usaha sekaligus mendukung pengembangan bisnis.
Di sisi lain, penguatan branding dan pemasaran digital diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas. Produk keripik pisang MASSIPA’ tidak hanya berpotensi menjangkau konsumen di Makassar, tetapi juga pasar nasional melalui marketplace dan platform online.
Oleh karena itu, program ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing UMKM lokal. Kalla Institute berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi.(rls)





