Koma.co.id, Makassar– Komitmen KALLA dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali mendapatkan apresiasi nasional. Melalui program Aksi Mangrove Lestari, KALLA berhasil meraih penghargaan Platinum pada ajang Innovation Technology for Social & Environmental Awards (InTechSEA) 2026 dari Universitas Hasanuddin untuk kategori Bidang Keanekaragaman Hayati.
Penghargaan ini diumumkan dalam acara InTechSEA Awards 2026 yang berlangsung di Four Seasons Hotel Jakarta, Senin (14/9/2026) lalu. InTechSEA Awards 2026 diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi terhadap berbagai inovasi dan program yang memberikan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan, mencakup aspek sosial, teknologi, pemberdayaan masyarakat, ekonomi inklusif, pendidikan, pengelolaan sampah, transformasi energi, hingga sustainability innovation.
Corporate Communication & Sustainability Department Head KALLA, Nadya Tyagita, mengungkapkan, pencapaian penghargaan di bidang keanekaragaman hayati ini sekaligus mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga ekosistem pesisir melalui konservasi biodiversitas. Inisiatif yang dihadirkan pun tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai jangka panjang yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
“Aksi Mangrove Lestari tidak hanya diarahkan untuk memulihkan keanekaragaman hayati, tetapi juga meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim serta menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Ke depan, kami berharap program ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dalam menjaga ekosistem pesisir, memperkuat peran masyarakat dalam konservasi lingkungan, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” tuturnya.
Program ini berlokasi di Kelurahan Tekolabbua, Kabupaten Pangkep. Program tersebut mencakup area tanam seluas 24 hektare dengan bentang kawasan mencapai 6,5 kilometer. Hingga saat ini, realisasi penanaman mangrove telah mencapai 13,5 hektare.
Aksi Mangrove Lestari dijalankan melalui tiga pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), yakni lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pada aspek lingkungan, Aksi Mangrove Lestari diarahkan untuk memulihkan ekosistem pesisir, meningkatkan populasi biota laut, termasuk kepiting bakau, serta mendukung keberlanjutan mata pencaharian nelayan.
Sementara pada aspek sosial, KALLA memberikan pelatihan dan pendampingan hingga terbentuk kelompok pengelola mangrove bernama Kelompok Tani Nelayan Sejahtera Kabupaten Pangkep. Kelompok tersebut menjadi salah satu penggerak dalam pengelolaan dan pemanfaatan kawasan mangrove secara berkelanjutan.
Dari sisi ekonomi, program ini membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis potensi pesisir. Di antaranya penjualan bibit mangrove, budidaya kepiting bakau dan tiram, serta pengembangan ekowisata mangrove yang berpotensi memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat dan kelurahan.
Sebelumnya, Aksi Mangrove Lestari juga telah mengantarkan KALLA meraih predikat Gold dalam ajang Indonesia Social Responsibility Award (ISRA) 2026 untuk kategori Biodiversity Conservation. Tahun lalu, KALLA juga meraih kategori Top CSR Awards 2025 #Star 4 dalam ajang Top CSR Awards 2025.(rls)





