Koma.co.id, Makassar– Sebanyak 20 peserta Program Magang Hub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch 2 Tahun 2026 resmi diterima di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Makassar. Mengusung semangat “Belajar, Berkontribusi, dan Bertumbuh Bersama”, kegiatan penerimaan sekaligus pembekalan peserta menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat tugas, fungsi, nilai, dan budaya kerja Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Kepala BBPOM di Makassar Yosef Dwi Irwan menyambut hangat para peserta dengan pesan yang menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam membangun profesionalisme dan karakter. “Sepintar apa pun seseorang, apabila tidak memiliki integritas, maka ilmu yang dimiliki tidak akan memiliki nilai justru akan merugikan masyarakat. Pengetahuan dan kompetensi dapat terus dipelajari dan dikembangkan, namun kejujuran merupakan bagian dari karakter harus dibangun sejak dini,” ungkap Yosef.
Proses seleksi dan penerimaan peserta magang juga menjadi contoh penting bahwa setiap kesempatan harus dibangun melalui prinsip transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan kesetaraan. Nilai – nilai tersebut, harus menjadi budaya yang melekat dalam setiap insan yang bekerja di BPOM. “Integritas tidak mengenal keluarga, saudara, jabatan, maupun kepentingan, yang dikedepankan adalah keadilan dan kesetaraan, sehingga setiap orang memiliki hak dan kesempatan yang sama, No Pungli No Gratifikas dan No KKN,” tegasnya.
Dalam pembekalan, peserta diperkenalkan dengan peran strategis BPOM sebagai otoritas pengawasan Obat dan Makanan. Yosef menekankan bahwa tugas BPOM tidak semata-mata berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan perekonomian, ketahanan nasional, dan daya saing bangsa. Pengawasan Obat dan Makanan menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat memperoleh produk yang aman, bermutu, dan berkhasiat. Pada sisi lain, fasilitasi dan pendampingan pelaku usaha, khususnya UMKM, turut mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatan dan peningkatan daya saing produk lokal.
Yosef menyampaikan bahwa tema pembekalan kali ini sangat relevan, di mana peserta dengan berbagai disiplin ilmu, didorong untuk menjadikan pengalaman magang sebagai proses pembelajaran, berkontribusi serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kepala BBPOM di Makassar juga mengingatkan peserta bahwa bekerja di lingkungan pelayanan publik membutuhkan orientasi pelayanan yang kuat kepada masyarakat.
“Ingat selalui 5S (Sambut, Salam, Senyum, Semangat, dan Solusi) sebagai nilai sederhana yang dapat diterapkan dalam setiap interaksi serta pelayanan,” ungkapnya
“Memberikan salam dan senyum tidak membutuhkan biaya, namun memiliki dampak besar dalam menciptakan suasana dan energi positif dalam interaksi dengan masyarakat, tentunya juga harus senantiasa mampu memberikan solusi dalam setiap permasalahan yang disampaikan pelanggan,” ungkapnya.
Yosef juga menyampaikan filosofi Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D. yaitu: BPOM Menjulang, Membumi, Mengakar. “Menjulang berarti BPOM harus berkelas dunia, bereputasi global, dan mampu bersaing secara internasional. Membumi berarti tetap berpijak pada kebutuhan rakyat, dekat dengan masyarakat, dan responsif terhadap masalah sehari-hari. Mengakar berarti bekerja dengan fondasi pengetahuan, profesionalisme, dan integritas yang kokoh,” terang Yosef
Kepala BBPOM di Makassar mendorong seluruh peserta untuk memanfaatkan kesempatan magang secara optimal. “Jangan sungkan dan ragu untuk bertanya, manfaatkan 6 bulan ini untuk belajar sebanyak-banyaknya. Ambil pengalaman dari setiap proses yang dijalani sebagai lesson learnt di masa depan,” pesannya.
“Adek-adek juga bisa mengambil peran dalam penguatan komunikasi publik, agar kinerja ataupun program BPOM yang luar biasa diketahui oleh masyarakat, buat konten yang informatif dan edukatif di media sosial BBPOM di Makassar,” tuturnya.
“Bekerja bukan semata-mata untuk memperoleh penghasilan, lebih dari itu, bekerja merupakan bentuk tanggung jawab dan pelayanan kepada masyarakat. Di mana pun kita bekerja, baik di pemerintahan, swasta, maupun sebagai wirausaha, jadikan pekerjaan sebagai bagian dari pengabdian dan ibadah. Bekerjalah dengan sebaik-baiknya agar memiliki makna dan mendapatkan ridha Tuhan YME,” pungkas Yosef.(rls)





