Koma.co.id, Makassar– Video Pengemudi Ojol menceritakan dirinya mengantarkan seorang kakek bersama jenazah bayi meninggal dari Rumah Sakit Dr. Tajuddin Chalid menuju Kabupaten Pangkep ditanggapi oleh pihak manajemen rumah sakit.
Berdasarkan rilis yang diedarkan melalui Hukormas RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar, Hasmayanti. Dijelaskan bahwa pihak rumah sakit berbelasungkawa atas adanya kejadian ini.
“Kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada pihak keluarga, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kesabaran,”
“Sehubungan dengan masalah yang terjadi, kami selaku pihak managemen rumah sakit sangat menyayangkan kejadian tersebut. Kami berkomitmen untuk membenahi dan memperbaiki kualitas pelayan rumah sakit kami agar dapat membantu pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Kami telah menghubungi pihak-pihak terkait dan berusaha mencari solusi terbaik untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut. Kami memohon maaf, kami akan memaksimalkan upaya untuk memperbaiki keadaan dan meningkatkan kenyamanan dalam pelayanan kami sebagai penyedia jasa kesehatan,” jelas rilis tersebut yang diedarkan pada Minggu, 16 Juni 2024.
Dijelaskan bahwa kronologi kejadian, yakni Bayi dari ibu Imma dirujuk pada tanggal 15/6/2024 yang dibawa oleh rujukan dari rumah sakit Batari Siang pukul 01.13 Dini hari, diantar oleh Bidan dan kakeknya, dengan kondisi BBLR dan RDN, dilakukan tindakan berupa pemasangan Ventilator, pasien meninggal di ruang perawatan bayi (NICU), pada pukul 09:47 Wita.
Ibu bayi merupakan warga Pulau Sarappo Caddi, Kelurahan Mattiro Langi, Kecamatan Laikang Tupa, Biring, Kabupaten Pangkep.
“Sesuai SPO, pasien yang meninggal dibawa ke pemulasaran Jenazah, Herman petugas Instalasi Forensik dan Pemulasaran Jenazah RS Dr. Tajuddin Chalid, yang bertugas saat itu berkoodinasi dengan sang kakek,”
Ambulance yang tersedia di rumah sakit adalah ambulance untuk mengangkut pasien yang perlu dirujuk ke rumah sakit lain, terkait pengangkutan jenazah rumah sakit bekerjasama dengan pihak ketiga. Berdasarkan kondisi tersebut, Petugas RS. Tadjuddin Chalid menawarkan mobil jenazah mitra rumah sakit kepada pihak keluarga, namun mereka menyatakan tidak mampu dan pihak keluarga berharap agar jenazah bayi dapat segera dipulangkan mengingat kondisi yang jauh di pulau.
Petugas Herman berinisitif sendiri mencari Ojol dan kemudian menawarkan bantuan pribadinya dengan memberikan uang sebesar Rp 150.000 digunakan membayar ojek online agar jenazah bisa dibawa pulang ke Pangkep.
“Sekitar Pukul 10.15 Wita, jenazah bayi pun akhirnya dibawa oleh kakeknya dengan menggunakan layanan ojek online menuju Pangkep,” jelas surat rilis tersebut.(rls)




