Menuju Makassar Zero Waste, Bosowa Sustainable Project Gandeng Manggala

Koma.co.id, Makassar– Bosowa Sustainable Project menggandeng Kecamatan Manggala sebagai wilayah percontohan untuk program Makassar Memilah Sampah dan Sekolah Sampah Menuju zero waste.

“Selama ini kita melihat banyak masalah soal sampah. Terjadi banyak bencana, untuk itu kita perlu melakukan sesuatu untuk menjaga bumi lebih baik. Universitas Bosowa membuat proyek yang membuat sesuatu demi menjaga Kota Makassar pada khususnya dengan melibatkan para ahli di bidangnya, sehingga jangan hanya ilmu yang mereka dapatkan sebagai peningkat gelar. Inilah saatnya mengimplementasikan ilmu mereka untuk menjaga kota,” ujar CEO Bosowa Foundation, Melinda Aksa dalam sambutannya pada peluncuran program di Kantor Kecamatan Manggala, Minggu, 12 Januari 2020.

Ke depan diharapkan program ini bisa memberikan kontribusi penting untuk menjaga Kota Makassar. Kecamatan Manggala jangan diidentikkan dengan sampah, melainkan masyarakatnya justru memberi contoh penting bagaimana mengolah sampah yang baik untuk menjaga Kota Makassar. Dengan menggandeng Kecamatan Manggala, kecamatan lain juga bisa dilibatkan demi kebaikan bersama.

Sementara itu, Rektor Universitas Bosowa, Muhammad Saleh Pallu mengatakan proyek Sekolah sampah ini merupakan kedua di Indonesia, di mana yang pertama ada di Bandung.

“Akan ada empat tingkat dalam kurikulum sekolah ini, disebut 4R (reduce, reused, recycle, replaced) program jangka panjang. Kecamatan Manggala kita pilih, karena kelihatannya Manggala yang cepat mespons dan dijadikan percontohan. Kalau mau jadi kota dunia, sampah dulu harus dibenahi,” katanya.

Rencananya, ada beberapa program yang akan dilakukan, salah satunya adalah bagaimana memilah sampah. Penyuluhan dimuali dari RT, RW, kelurahan, kemudian sampai kepada kecamatan.

Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menambahkan, mengolah sampah tidak susah. Teknologi yang digunakan tidak susah, tapi yang susah adalah sekolahnya.

“Yang mau disekolahkan kita semua, bagaimana mengolah gaya hidup tidak jadi sampah. Mengolah sampah dengan baik, dari organik hingga non organik. Kita kadang-kadang tidak menyadari bahwa ini bernilai ekonomi juga,” kata Iqbal.

Menurut Iqbal Kecamatan Manggala ditunjuk sudah tepat, karena lingkungan sangat dekat dengan sampah dan dekat dengan tempat pembuangan akhir. Sehingga Manggala baik sebagai percontohan untuk memulai Makassar Zero Waste. Rencaranya market sounding mengundang investor untuk mengelola sampah.(Mrw)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *