Koma.co.id, Makassar– Perkembangan Perbankan di Sulawesi Selatan posisi Juni 2020 tumbuh positif, ditopang fungsi intermediasi yang tinggi dan disertai tingkat risiko yang tetap aman. Industri perbankan masih tumbuh positif dengan kinerja intermediasi perbankan yang tetap tinggi.
Total aset perbankan di Sulsel posisi Juni 2020 tumbuh 4,99% yoy dengan nominal mencapai Rp158,76 triliun, terdiri dari aset Bank Umum Rp155,75 triliun dan aset BPR Rp3,01 triliun. Berdasarkan kegiatan bank, aset perbankan konvensional Rp148,76 triliun dan aset perbankan syariah Rp9,99 triliun. Kinerja intermediasi perbankan Sulsel terjaga pada level yang tinggi dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 113,58% dan tingkat rasio kredit bermasalah berada di level aman 2,56%. Industri perbankan syariah terus menunjukkan pertumbuhan
Aset perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan tinggi 14,41% yoy dengan nominal Rp9,99 triliun, sejalan dengan pertumbuhan aset perbankan konvensional 4,41% yoy dengan nominal Rp148,76 triliun. DPK perbankan syariah mencatat pertumbuhan double digit 12,63% yoy dengan nominal Rp6,96 triliun, lebih tinggi dibanding pertumbuhan DPK perbankan konvensional 6,90% yoy dengan nominal Rp103,55 triliun.
Industri BPR tetap tumbuh berkelanjutan Aset BPR tumbuh 7,80% yoy menjadi Rp3,01 triliun, dengan DPK yang tumbuh double digit 15,87% yoy menjadi Rp2,06 triliun, namun dari sisi penyaluran kredit menurun 3,25% yoy menjadi Rp2,42 triliun.
Penghimpunan DPK tumbuh lebih tinggi dibandingkan penyaluran kredit Penyaluran kredit perbankan tercatat tumbuh 4,25% yoy menjadi Rp126,44 triliun, terdiri dari kredit modal kerja Rp50,10 triliun, kredit investasi Rp17,22 triliun, dan kredit konsumsi Rp59,12 triliun. Berdasarkan sektor lapangan usaha, pertumbuhan kredit dengan share tertinggi ke sektor Perdagangan 26,08% (3,32% yoy), sektor petanian, perburuan dan kehutanan 5,65% (23,61% yoy), dan sektor konstruksi 4,09% (-4,23% yoy).
Adapun pada sektor bukan lapangan usaha, kredit untuk pemilikan peralatan rumah tangga lainnya dan untuk pemilikan rumah tinggal tumbuh masing-masing 1,95% yoy dan 8,78% yoy dengan share masing-masing 20,17% dan 13,72%.
Adapun penghimpunan DPK tumbuh 7,24% dengan nominal Rp110,51 triliun, terdiri dari giro Rp16,44 triliun, tabungan Rp64,87 triliun, dan deposito Rp29,20 triliun. NPL perbankan masih di level yang aman NPL perbankan Sulsel tetap terjaga di level aman 2,56%. Secara rinci, NPL bank umum berada di posisi 2,56%, sedangkan NPL BPR berada pada posisi 2,70%.
Kredit usaha mikro terus tumbuh Realisasi kredit kepada UMKM di Sulsel tumbuh 2,93% yoy menjadi Rp42,01 triliun. Pertumbuhan tertinggi terdapat pada kredit usaha kecil 18,49% yoy menjadi Rp17,18 triliun. Adapun kredit usaha menengah tumbuh 12,52% menjadi Rp14,26 triliun namun kredit usaha mikro menurun 22,52% menjadi 10,57 triliun.(rls)





