Koma.co.id, Makassar– Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), SMP Negeri 40 Makassar mengajak siswa dan siswinya memungut sampah di sekitar wilayah Pantai Anging Mammiri, Minggu, 1 Maret 2020.
Melibatkan setidaknya 55 siswa dan siswi bersama para pendamping yang terdiri dari 55 guru dan staf SMP Negeri 40 Makassar juga dihadiri pula dari pihak Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar untuk turut membersihkan sampah di sekitar pantai.
Para siswa juga diajarkan untuk memilah sampah baik organik maupun yang non-organik.
Kepala SMP Negeri 40 Makassar, Ahmad Lamo mengatakan kegiatan yang dilakukan merupakan implementasi Perubahan di Permen No. 53 tentang lingkungan hidup, yakni mengubah sekolah Adiwiyata menjadi suatu gerakan menjadi gerakan peduli dan berbudaya lingkungan sehat di sekolah atau PDHS salah satu implementasinya itu karena ada beberapa peringatan yang terkait dengan lingkungan gunanya untuk mengkonservasi lingkungan hidup salah satunya adalah hari peduli sampah nasional. Dilanjutkan pada 22 Maret mendatang, yakni Hari Peduli Air Sedunia.
“SMP Negeri 40 mengimplementasikan dari gerakan ini sekaligus untuk menandai bahwa SMP Negeri 40 siap Adiwiyata mandiri tahun 2020. Tujuannya adalah bagaimana mengedukasi stakeholder baik di sekolah maupun di lingkungan dan masyarakat, bahwa pentingnya mengelola sampah khususnya sampah plastik,” ujar Ahmad.
Diharapkan ke depan anak-anak dapat menjadikan ini pembelajaran yang bisa dibawa ke dalam kehidupan sehari-hari mereka kelak.
“Karena mereka masih anak-anak, suatu saat akan mereka bawa dalam kehidupan ke depan bahwa menjaga lingkungan sehat itu,” tambah Ahmad.
Mengantisipasi peristiwa yang terjadi di Jogyakarta beberapa waktu lalu, yakni sisir sungai yang menewaskan pelajar, pihak SMP Negeri 40 Makassar melakukan pengawasan.
Untuk mengawasi agar anak tidak liar, yakni memberlakukan satu murid satu pengawas.
“Jadi masing-masing guru dan staf SMP Negeri 40 Makassar bertanggungjawab untuk satu anak jadi kita pastikan tidak ada anak yang lepas dari pengawasan guru. Itu juga artinya bahwa dalam mengkonservasi lingkungan harus dibutuhkan satu padu. Jadi, siswa dan guru bersama-sama. Tidak ada yang hanya menonton, melainkan semua bersama-sama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua OSIS SMP Negeri 40 Makassar, Nur Azizah menambahkan hari ini dimanfaatkan untuk berlibur sekaligus kepedulian sampah yang ada di lingkungan.
“Agar lingkungan kita bersih seperti di pantai ini ada banyak sekali sampah plastik dan aampah kayu. Jadi kita ramai-ramai ke panti supaya pengunjung juga bisa menikmati lautan tanpa ada sampah. sebagai siswa perasaan saya sangat tidak bagus kalau melihat ada sampah yang mengotori lingkungan pantai, karena mengganggu pemandangan. Misalnya ada turismau foto di sini terua ada sampah yang ada di sekitarnya, tidak bagus dilihat,” kata Nur Azizah.
Menurutnya, semua orang wajib bertanggungjawab untuk menjaga lingkungan agar bebas dari sampah.
“Siapapun yang ada di sini semuanya harus bertanggungjawab terhadap kebersihan yang ada di pantai ini,” tutup Azizah.(Mrw)





