Pj Wali Kota Menolak Diwawancara, Diduga Tak Paham Undang undang

Koma.co.id, Makassar– Sejumlah awak media yang bertugas melakukan liputan di Pemkot Makassar menilai sulit mendapatkan informasi mengenai kinerja pemerintahan, pasalnya Pj Wali Kota Makassar Yusran Yusuf terkesan seringkali menghindari kehadiran wartawan.

Dengan dalih sibuk dan terburu buru, padahal Pj Wali Kota Makassar Yusran Yusuf hanya duduk manis menerima tamu yang hendak audiens dengannya.

Pengamat Pemerintahan Andi Luhur Prianto menilai tertutupnya informasi publik akan memicu distorsi informasi, bahkan isu dan opini publik yang berasal dari sumber tidak resmi justru sulit dikendalikan pemerintah

“Pejabat publik, termasuk penjabat kepala daerah, tidak boleh menutup diri kepada publik, apalagi wartawan. Sebab menolak memberi informasi selain termasuk menghalang-halangi kerja jurnalistik sesuai UU Nomor 40/1999 tentang Pers,” kata Luhur, Kamis, 4 Juni 2020.

Selain itu, lanjut Luhur, kepala daerah juga telah melanggar prinsip keterbukaan informasi seperti diatur dalam UU Nomor 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP).

Terlebih, situasi saat ini, sangat penting membangun komunikasi empati ke masyarakat, sebab Pemkot Makassar tidak bisa bekerja sendiri dalam mengatasi pandemi global yang terjadi.

“Tapi syaratnya pemkot juga terbuka, termasuk mengkomunikasikan langkah penanganan dan rencana mitigasi yang akan di siapkan,” terangnya.

Sementara, salah satu wartawan desk Pemkot Makassar yang tak ingin disebutkan namanya mengeluhkan sikap Pj Wali Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir

Meskipun kata dia, Pj Wali Kota ditunggu dari pagi hingga malam hari ia tak kunjung menemui dan ogah ogahan ketika hendak diwawancarai oleh awak media

“Sepertinya Pj Wali Kota Makassar tidak faham dengan Undang Undang,” jelasnya

Sestinya, pejabat publik harus bisa menggunakan peran pers sebaik mungkin tentang kinerja dan program kerjanya, sehingga masyarakat paham apa yang dikerjakan oleh pemerintah selama ini

“Saya pribadi sangat menyesalkan sikap pejabat seperti ini, kalau setiap wartawan mau konfirmasi selalu menghindar, ini terjadi sejak beberapa hari menjabat Pj Wali Kota,” pungkasnya.

Hal serupa dirasakan oleh wartawan media online di Makassar, FNM, ia mengaku sudah berhari-hari menanti Yusran dengan cinta, tapi enggan enggan juga mendapat respon.

Bahkan dirinya merasa sudah putus asa mengejar-ngejar keberadaan Yusran, sampai merasa Yusran beneran itu mantan aktivis?

“Beneran kah itu Yusran mantan aktivis. Kalau aktivis biasanya dulu suka mengkritik, kok ini selama jadi pejabat Publik, seakan omongannya takut dikritik,” tutupnya.(cpy)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *