Koma.co.id, MAKASSAR – Berbagai program mulai digodok sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup pemerintah Kota Makassar.
Baca juga : Kontrak Diputus, Karyawan PDAM Makassar Protes Keputusan Direksi
Tak terkecuali Disdag Makassar yang kini fokus dalam melakukan penataan dan pembinaan Industri Kecil Menengah (IKM).
Hal itu pun merupakan upaya kembali meningkatkan ekonomi terlebih ditengah terpaan pandemi. Sebab, program ini merupakan gagasan langsung dari Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto dan Wakil Wali Kota Hj Fatmawati Rusdi.
Yang kemudian diungkapkan Kabid Perindustrian Dinas Perdagangan Makassar, Zamhir Islami Hatta saat dikunjungi kantornya, Rabu (5/1/2022)
Zamhir menjelaskan, selain tugas dan fungsi Dinas Perdagangan, yakni mempermudah perizinan untuk usaha dan industri, dan menstabilkan harga, juga pemulihan ekonomi di masa pandemi covid-19.
“Kita juga fokus terhadap pemulihan ekonomi, yakni meningkatkan pengembangan industri kecil di Makassar,” ujarnya.
Ia kemudian menyebut program wali kota Makassar yang sesuai dengan hal itu, yakni lorong wisata. Disdag Makassar mulai merefresh ulang data pelaku usaha kecil maupun sedang untuk kemudian dilakukan pengembangan dan pembinaan.
“Salah satu langkah awal yang dilakukan untuk pemulihan ekonomi adalah data industri kecil kembali kita updating,” imbuhnya.
“Rencana kerja kita tetap berjalan. Seperti sekarang ini berlanjut pembinaan industri kecil menengah, seperti usaha kerajinan perak, pengolahan markisa, rajutan benang, industri kulit. Itu kita arahkan untuk pengembangan terkait daya tarik wisata,” tambahnya.
Kerajinan industri kecil di kota Makassar memiliki potensi besar untuk bisa bersaing dengan produk produk dari luar. Tergantung pola pengembangan dan kualitas produk hasil IKM tersebut.
“Contohnya kerajinan industri perak di Makassar yang belum terlalu dikenal. Padahal industri ini sangat besar potensinya untuk menjadi daya tarik wisata. Kita berharap industri perak Makassar juga bisa bersaing secara luas hingga ke mancanegara,” tuturnya.
Paling tidak, tambah Zamhir, Kota Makassar sebagai daerah destinasi wisata bisa menarik minat pengunjung dari luar sehingga dapat berbelanja produk industri yang sudah ada.
Hal ini tentunya berdampak juga terhadap peningkatan PAD. Disdag juga akan memetakan kawasan industri kerajinan, kuliner dan wisata.
Untuk izin investasi di Kota Makassar, khususnya usaha menengah, diakui sangat terdampak pandemi covid-19. Di awal pandemi permintaan perizinan untuk usaha terbilang sepi.
Nanti di tahun 2021 mulai masuk permintaan perizinan seperti usaha waralaba. Bahkan sudah ada belasan usaha waralaba yang meminta izin.
Dinas perdagangan juga akan menargetkan Lorong wisata 75 lorong pembinaan pelaku industri kerajinan yang akan di lakukan 250 orang tiap kecamatan
“Jadi kita juga punya target di tahun ini akan memberikan sertifikasi SKKNI ( Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia ) untuk 2 angkatan kerajinan untuk tahun ini,” tandasnya.





