Koma.co.id, Makassar–Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Al-Daulah: Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan resmi terindeks Scopus, menjadikannya jurnal Scopus kedua yang dimiliki UIN Alauddin Makassar pada tahun 2026.
Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengembangan publikasi ilmiah di lingkungan UIN Alauddin Makassar, sekaligus memperkuat posisi universitas sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang mampu menghasilkan jurnal bereputasi internasional.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. H. Kamaluddin Abunawas, M.Ag., menyebut keberhasilan tersebut sebagai hadiah istimewa menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Penantian panjang UIN Alauddin akhirnya terukir pada tahun 2026. Scopus untuk Al-Daulah menjadi hadiah terindah menjelang HUT Kemerdekaan RI. Saya masih mengingat satu tahun yang lalu, tepatnya 17 Agustus 2025, jurnal Al-Daulah kami submit melalui Rumah Jurnal. Saat itu, tim Rumah Jurnal meminta saya menekan tombol submit sambil memanjatkan doa dan harapan agar Al-Daulah dapat terindeks Scopus. Hari ini, impian itu benar-benar terwujud,” ungkapnya.
Menurut Prof. Kamaluddin, keberhasilan tersebut sekaligus menjawab berbagai keraguan terhadap reputasi publikasi ilmiah UIN Alauddin Makassar.
“Pada saat itu UIN Alauddin, meskipun dikenal sebagai salah satu PTKIN papan atas, masih sering mendapat sorotan karena belum memiliki jurnal yang terindeks Scopus. Alhamdulillah, tahun ini UIN Alauddin telah berhasil melahirkan dua jurnal Scopus. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan capaian ini,” ujarnya.
Keberhasilan Al-Daulah tidak diraih dalam waktu singkat. Jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Hukum Tata Negara, Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar tersebut telah melalui proses transformasi panjang sejak pertama kali terbit pada tahun 2012. Pengelolaan jurnal kemudian beralih ke sistem Open Journal Systems (OJS) pada tahun 2017 sebagai bagian dari upaya modernisasi tata kelola publikasi ilmiah.
Dalam beberapa tahun terakhir, Al-Daulah secara konsisten memperkuat kualitas penerbitan dengan memperluas penggunaan artikel berbahasa Inggris, meningkatkan keterlibatan editor dan reviewer internasional, serta menerapkan proses double-blind peer review sesuai standar etika publikasi internasional yang ditetapkan Committee on Publication Ethics (COPE).
Pengelola Jurnal Al-Daulah, Dr. Subehan Khalik, M.Ag., menegaskan bahwa keberhasilan menembus Scopus merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim pengelola jurnal.
“Capaian Scopus adalah buah karya dari kebersamaan tim dalam mengawal Al-Daulah menuju jurnal bereputasi internasional. Kepemimpinan yang kondusif mampu memberikan energi positif yang sangat kuat sehingga target ini dapat dicapai,” katanya.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari pengelolaan profesional yang konsisten serta ekosistem kerja yang solid di lingkungan kampus. Ketua Pusat Penelitian dan Penerbitan LP2M sekaligus Ketua Rumah Jurnal UIN Alauddin Makassar, Dr. Hasbi Ibrahim, SKM., M.Kes., menegaskan pentingnya aspek manajerial berbasis kekeluargaan dalam mengawal jurnal menuju kancah internasional. “Kunci utama dari pencapaian ini adalah bagaimana kita membangun tim dengan kebersamaan dan penuh semangat kekeluargaan. Intinya ada di situ jika kita ingin tim yang solid dan melahirkan hasil yang terbaik,” tegas Hasbi. Menurutnya, kepemimpinan yang merangkul dan atmosfer kerja yang harmonis menjadi fondasi utama dalam meraih hasil kerja yang optimal.
Transformasi tersebut juga tercermin dari meningkatnya dampak ilmiah jurnal. Hingga saat ini, Al-Daulah telah menghimpun lebih dari 1.600 sitasi di berbagai pangkalan data ilmiah, termasuk lebih dari 100 sitasi pada publikasi yang terindeks Scopus. Capaian itu menunjukkan bahwa artikel-artikel yang diterbitkan telah menjadi rujukan bagi akademisi dan peneliti dari berbagai negara.
Sebelum memperoleh pengakuan dari Scopus, Al-Daulah telah lebih dahulu terakreditasi SINTA dan terindeks di berbagai basis data ilmiah nasional maupun internasional, seperti Google Scholar, Crossref, Dimensions, Garuda, Moraref, BASE, PKP Index, dan sejumlah indeks bereputasi lainnya. Untuk mengakses artikel-artikel Al Daulah, anda bisa mengunjungi https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/al_daulah. (rls)




