Tim Debat SMA Athirah Bone Sabet Juara 1 DEBAR 2026

Koma.co.id, Makassar– Tim debat SMA Islam Athirah Bone, Tim Lansoprazole, kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Debat Pelajar (DEBAR) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Farmasi Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Prestasi ini sekaligus menegaskan konsistensi SMA Islam Athirah Bone dalam menjaga tradisi juara di bidang debat.

Kompetisi DEBAR 2026 berlangsung dalam dua tahapan, yakni babak penyisihan secara daring pada 26–28 Agustus 2026 dan babak semifinal hingga final secara luring di Kampus UMI Makassar, Sabtu (29/8/2026). Sebanyak 12 tim dari SMA/MA sederajat se-Sulawesi Selatan ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Menariknya, setiap tim menggunakan nama yang terinspirasi dari istilah medis dan farmasi, di antaranya SMA Islam Athirah 1 Makassar dengan nama Omeprazole, SMAN 5 Parepare dengan Azitromycin dan Ibuprofen, MAN 1 Makassar dengan Amoxicilin, MAN 2 Makassar dengan Loratadine, serta SMAN 3 Bone dengan Paracetamol.

Perjalanan Tim Lansoprazole menuju podium juara tidak berlangsung mudah. Pada babak penyisihan, tim SMA Islam Athirah Bone berhadapan dengan SMAS IT Nurul Asafa Takalar. Kemenangan tersebut mengantarkan Arkayla dan rekan-rekannya ke babak delapan besar untuk menghadapi “perang saudara” melawan SMA Islam Athirah 1 Makassar. Berhasil melewati tantangan tersebut, mereka kemudian berhadapan dengan MAN 1 Makassar pada babak semifinal demi mengamankan tiket ke partai puncak.

Di babak final, Tim Lansoprazole kembali menghadapi tantangan dari sekolah asal Kabupaten Bone, yakni SMAN 3 Bone. Mengambil posisi kontra dalam mosi “Sebagai Kementerian Pertanian, dewan ini akan mengadopsi pertanian berbasis teknologi meskipun mengancam petani tradisional,” tim SMA Islam Athirah Bone mampu menunjukkan ketajaman analisis, kekuatan argumentasi, serta kemampuan mempertahankan posisi secara meyakinkan. Penampilan tersebut mengantarkan mereka sebagai tim terbaik sekaligus memastikan gelar Juara 1 DEBAR 2026.

Gelar juara diraih oleh tiga anggota ekstrakurikuler Debatologi, yakni Arkayla Maulidkha Arjuni dari kelas XI Al Haamid selaku ketua tim, bersama Amelia dari kelas XI Al Hafidz dan Mila dari kelas XI Al Haasib. Ketiganya merupakan bagian dari regenerasi ekskul Debatologi SMA Islam Athirah Bone yang terus dipersiapkan untuk melanjutkan kiprah para pendahulunya di berbagai kompetisi debat.

Capaian tersebut tidak lepas dari persiapan intensif yang dilakukan sebelum kompetisi. Selama satu pekan, ketiganya menjalani karantina khusus di bawah pendampingan Taufiq Irham selaku pelatih ekstrakurikuler Debatologi serta Muhammad Azzam Reski Harifin (Reki), senior ekskul Debatologi yang saat ini tengah mempersiapkan diri sebagai delegasi Sulawesi Selatan pada ajang Lomba Debat Indonesia tingkat nasional.

Bagi ketiga anggota Tim Lansoprazole, gelar juara ini memiliki arti lebih dari sekadar sebuah piala. Prestasi tersebut menjadi buah dari proses panjang, termasuk pengalaman ketika harus menerima hasil yang belum sesuai harapan pada kompetisi-kompetisi sebelumnya.

Ketua Tim, Arkayla Maulidkha Arjuni, mengakui bahwa gelar juara pertama ini terasa istimewa setelah beberapa kali mereka hanya mampu finis sebagai juara kedua atau ketiga, bahkan pernah gagal meraih gelar.

“Ini kali pertama kami menjadi pendebat terbaik atau Juara 1 setelah beberapa kali harus puas berada di urutan kedua atau ketiga, bahkan gagal menjadi juara. Akan tetapi, itu tidak masalah karena kegagalanlah yang membuat kami terus belajar untuk meningkatkan kemampuan kami,” ungkap Arkayla.

Sementara itu, Amelia melihat keberhasilan tersebut tidak terlepas dari budaya kompetitif yang tumbuh di lingkungan ekstrakurikuler Debatologi SMA Islam Athirah Bone. Menurutnya, keberhasilan para senior menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab bagi generasi berikutnya.

“Kami hidup dalam lingkup ekskul yang punya tradisi juara. Hal itu yang membuat kami merasa bertanggung jawab untuk melestarikan tradisi itu,” jelas Amelia.

Bagi Mila, kemenangan di DEBAR 2026 bukanlah garis akhir. Justru, prestasi tersebut menjadi pijakan untuk menargetkan pencapaian yang lebih tinggi.

“Lomba ini jadi bukti kalau kami telah berkembang, tapi itu masih belum cukup. Kami masih punya misi untuk melanjutkan tradisi delegasi Sulawesi Selatan dalam ajang debat nasional. Juara ini masih tahap awal,” tuturnya optimistis.

Prestasi Tim Lansoprazole menjadi bukti bahwa tradisi juara tidak sekadar diwariskan, tetapi dibangun melalui proses, latihan, kegagalan, dan keberanian untuk terus berkembang. Dari satu generasi ke generasi berikutnya, ekskul Debatologi SMA Islam Athirah Bone terus menyiapkan talenta-talenta baru untuk membawa nama sekolah ke panggung kompetisi yang lebih tinggi.(rls) 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *