Koma.co.id, Makassar– Ketua DPD ASITA Sulsel, Didi Leonardo Manaba mengatakan bahwa Pariwisata di Sulawesi Selatan sudah mulai terjadi peningkatan sejak Pandemi Covid-19.
“Di awal tahun ini, kita persiapkan produk. Sudah bukan lagi saatnya kita berbicara paket. Saat ini produk yang akan kita unggulkan. Kalau kita menjual paket baru harganya masih dikalah dengan Vietnam Malaysia wisata,” ujar Didi di sela-sela perayaan HUT ke-53 tahun ASITA Sulawesi Selatan di Hotel Four Points Makassar pada Minggu, 14 Januari 2024.
Selain itu, pihaknya ke depan akan melakukan inovasi lain seperti desa wisata juga melakukan pembenahan objek-objek yang lama digabungkan dengan objek yang baru.
“Ada beberapa kabupaten dari selatan kita ke dari Gowa, Takalar itu sudah mulai ada yang diperhatikan. Bukan hanya dirasain, tetapi memang tujuan utamanya,” tambahnya.
Sulawesi Selatan memiliki potensi lainnya seperti wisata desa lokal, kuliner, hingga wisata alam. Untuk itu, ASITA Sulsel melihat peluang dengan menawarkan produk kepada wisatawan. Salah satunya, yakni tempat-tempat beberapa daerah di Sulsel lokasi untuk berkemah.
“Desa wisata harus bekerja sama dengan objek utama. Maka produk perlu untuk dimajukan. Kami akan ceritakan wisatawan tentang kondisi dari destinasi wisata lokal. Packaging, paket masih perlu pembenahan selain mempromosikan kepada wisatawan,”
Para warga lokal juga dapat peluang meningkatkan ekonomi dengan menjual produk-produk khas daerah sebagai oleh-oleh untuk para wisatawan.(Mrw)





