BI Sulsel: Peningkatan Aktivitas Masyarakat Dorong Pemulihan Ekonomi

Koma.co.id, Makassar– Setelah selama empat triwulan berturut-turut terkontraksi, ekonomi Sulawesi Selatan pada triwulan, II berhasil tumbuh 7,66% (yoy), berada di atas pertumbuhan nasional yang tercatat 7,07% (yoy) Capaian tersebut terutama dipengaruhi oleh aktvitas masyarakat yang memangkat didukung oleh penyaluran stimukus pemerintah dan relaksasi pembatasan fisik Penerapan disiplin prokes (protokol kesehatan), adaptasi kebiasaan yang lebih baik oleh masyarakat dan dunia usaha serta upaya akselerasi vaksinasi mendukung peningkatan aktivitas ekonomi.

Pertumbuhan yang tinggi tersebut juga dipengaruhi oleh faktor basis pertumbuhan ekonomi rendah (low base affect pada triwulan II 2020 yang terkontraksi 3,87% sehingga turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi pada triwulan laporan.

Lapangan Usaha (LU) Transportasi den Pergudangan, Perdagangan, dan Konstruksi merupakan kontriburtor utema perbaikan ekonomi LU Transportasi dan Pergudangan tumbuh mencapai 73,95% (yoy), seiring dengan aktivitas penumpang pesawat dan kapal laut yang meningkat.

Peningkatan aktivitas masyarakat juga tercermin dari meningkatnya konsumsi bahan bakar, Google Mobilty Index, dan Orcupancy rate perhotelan Sejalan dengan hai tersebut, perbaikan LU Perdagangan secara bertahap ditopang oleh pemulihan segmen ritel serta peningkatan penjualan kendaraan semng dengan penerapan stimulus PPnBM Peningkatan Indeks Penjualan Riil (IPR), penggunaan sirik segmen bisnis dan industri, serta outstanding kredit modal kerja turut mengonfirmasi pemulihan LU Perdagangan. Adapun perbaikan LU Konstruksi ditopang oleh percepatan penyelesaian proyek strategs serta reaksasi belanja pemerintah, Belanja modal pada penode laporan tercatat Rp544,08 miliar lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp259,47 miliar

Dari sisi pengeluaran, kinerja konsumsi dan investasi menopang pemulihan Kinerja positif konsumsi rumah tangga (7,55% yoy) didukung oleh peningkatan income seiring dengan relaksasi pembatasan fisik, panen raya tabama, dan stimulus PEN. Peningkatan konsumsi tercermin dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dan penyaluran kredit konsums yang tumbuh 38,08% dan 6,45% lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tercatat 11,03% (yoy) dan 4,3% (yoy) Momen HBKN Ramadan dan Idul Fitri turut mendukung pemulihan konsumsi. Komponen konsumsi pemerintah tumbuh mencapas 17,68% (yoy) seiring dengan aktivitas kedinasan yang meningkat Hal tersebut tercemmn dani belanja pegawai APBD promnsi yang terealisasi 45,37% lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang terealisasi 39,55%.

Sementara itu, investasi tumbuh 7,71% (yoy) didukung oleh perbaikan confidence level mvestor upaya pemenntah daerah untuk mesungkatkan kemudahan invetasi, dan berlanjutnya proyek investasi pemerintah serta swasta, Adapun pertumbuhan ekspor didukung oleh perbaikan ekonorni negara mitra dagang ditengah harga komoditas nikel dan kakao global yang tinggi.

Pemulihan ekonomi tersebut terjadi di tengah tekanan inflasi yang menurun. inflasi triwulan 2 2021 tercatat 1,49% (yoy) lebih rendah dan triwulan sebelumnya yang sebesar 2,07% (yoy). Meredanya tekanan Inflasi oleh sejumlah komoditas pangan dan angkutan udara yang mengalami deflasi, didukung (oleh terjaganya pasokan serta aktivitas penerbangan yang diperketat selama penode HBKN Ramadan dan Idul Fitri.

Kinerja ekonomi Sulawesi Selatan ke depannya akan ditentukan oleh ketepatan penanganan COVID-19 dan adaptasi masyarakat serta dunia usaha. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang diterapkan pada awal triwulan II menurunkan mobilitas sehingga berpotensi menahan konsumsi masyarakat dan rencana bisnis dua usaha. Untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi tetap pada jalurnya, dibutuhkan kesadaran dan upaya kolektif untuk menjaga disiplin protokol kesehatan, memprioritaskan konsumsi produk lokal, dan mendukung upaya akselerasi vaksinasi pemerintah.

Bank Indonesia bersama otoritas terkait terus berupaya untuk menjaga kestabilan harga serta kelancaran sistem pembayaran. Tim Pengendalian Inflasi Daerah PID secara aktif melakukan intervensi dalam kondor AK melalui pasar murah, kerja sama antar daerah, dan kerja sama dengan e-commerce Selain itu, akselerasi digitalisasi Juga terus diupayakan oleh Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang telah terbentuk di seluruh kabupaten dan kota serta promnsi Hal tersebut diharapkan dapat mengimbangi perubahan pola konsumsi masyarakat dan mempercepat langkah dari era new normal menuju better normal.(rls)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *