Koma.co.id– Usaha camilan murah, sederhana, dan jajanan pasar saat ini sudah sulit ditemukan akibat mulai digantikannya dengan jajanan masa kini.
Saat ini, sudah banyak yang beralih berbisnis jajanan modern mengikuti minat para pemburu camilan murah. Namun tidak bagi Iksan (30) yang justru memilih membuka usaha Bipang, camilan dari beras yang dipanggang dan dicampur dengan lelehan gula merah hingga berbentuk persegi empat.
Bipang, bagi masyarakat Makassar sudah tidak asing didengar. Namun camilan manis ini sangat jarang didapatkan. Ini pula yang menjadi peluang bagi Iksan untuk memulai bisnis dan berani menyulap rumah keluarganya menjadi tempat pembuatan Bipang di Pate’ne, Kabupaten Maros.
“Sebelumnya sempat tinggal di Palu sama keluarga dan kerjanya jadi penjual sayur. Tapi karena sempat gempa, jadi kembali ke sini (Maros) baru buka usaha ini,” kata Iksan.
Usaha rintisan Iksan bukanlah kali pertama di Sulawesi Selatan. Ia mengaku ingin merintis Bipang, karena mengikuti keluarganya yang sukses memproduksi Bipang di Kabupaten Sidrap.
Meski baru setahun, Ayah dari dua anak ini mengaku sudah mulai kewalahan dalam memproduksi camilan khas Bipang.
“Kalau dirata-ratakan sudah bisa produksi 40 bal sehari. Dan itu sudah semua varian Bipang, ada yang Bipang beras yang biasa, ada yang dicampur kacang, ada dengan wijen, ada juga Bipang jagung,” jelas Iksan.
Iksan belum mampu memproduksi Bipang dalam kapasitas banyak hingga ratusan, karena masalah terkendala peralatan dan jumlah pekerja.
Meski demikian, ia telah mampu memperoleh omset hingga Rp20 Juta per bulannya.
Iksan berharap, suatu saat usaha rintisannya dapat berkembang hingga dapat mengekspor keluar wilayah Sulawesi Selatan.(Mrw)




