Koma.co.id, Makassar– Dies Natalis UIN Alauddin yang ke 58 disambut demonstrasi mahasiswa. Kelompok Mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa UIN Alauddin Makassar atau Almasi.
Dari pantauan media, beberapa mahasiswa membentangkan spanduk yang bertuliskan Refleksi Periode Kedua Rektor UIN. Sambil melakukan orasi, beberapa pernyataan sikap salah satunya meminta agar dugaan korupsi pembangunan gedung Pascasarjana UIN Alauddin agar segera di usut tuntas. Sebagaimana diketahui kasus tersebut sedang ditangani oleh Polda Sulsel dan Kejaksaan Tinggi Sulsel dan sampai saat ini sudah beberapa pihak dari UIN yang dipanggil untuk dimintai keterangannya termasuk kontraktornya.
Dalam pernyataan sikap tersebut tertera penanggung Jawab adalah Presiden Mahasiswa UIN 2023.
Berikut isi pernyataannya.
“Kado Dies Natalies ke-58 tahun UIN Alauddin Makassar: “Refleksi periode kedua Rektor untuk kampus peradaban”.
Kampus merupakan laboratorium ilmu pengetahuan, sehingga setiap agenda-agenda yang ada dalam linkungan kampus haruslah mengedepankan sifat-sifat keislaman. Namun harapan tersebut tidak mampu di implementasikan oleh semua individu atau kelompok bahkan birokrasi kampus, hal ini tercermin dengan di adakan euforia dies Natalie kampus dengan cara-cara yang dianggap tidak mengedepankan keilmiahan.
Seharusnya birokrasi kampus berbenah dan mengevaluasi diri dengan umurnya yang tidak lagi belia (melewati setengah abad/ 58 tahun). Agenda-agenda semacam ini dinilai tidak produktif dan terkesan menganggap sepele PR-PR yang selama ini menjadi tugas dan tanggung jawab birokrasi kampus sebagai bentuk keseriusan negara dan kampus supaya tercapainya tujuan negara dalam hal ini mencerdaskan kehidupan bangsa.
Terbengkalainya problematika di dalam kampus merupakan bukti kongkrit dari kegagalan birokrasi dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pemangku kebijakan dalam ruang lingkup kampus.
Dalam kurun waktu lima tahun terakhir puluhan kasus ikut serta menemani dinamika perjalanan kepemimpinan Prof. Hamdan Juhanis selaku Rektor UIN Alauddin Makassar, mulai dari puluhan kasus pelecehan seksual, kampus yang anti demokrasi, pungutan liar dimana-mana, dugaan korupsi dalam pembangunan gedung pascasarjana, pembatasan aktivitas malam, fasilitas yang tidak memadai, kenaikan biaya pendidikan di setiap tahunnya, beasiswa yang tidak tepat sasaran, pencurian motor, helm sampai ban dalam motor dan sejuta problematika yang sampai detik ini tidak diketahui secara pasti kapan akan terselesaikan. Berangkat dari permasalah ini kami dari Dewan Eksekutif Mahasiswa DEMA UIN Alauddin Makassar menuntut Pimpinan kampus untuk menyelesaikan problematika yang ada dalam lingkup UIN Alauddin Makassar di antaranya sebagai berikut.
1. Usut tuntas dugaan korupsi pembangunan gedung pascasarjana
2. Berikan jaminan keamanan bagi mahasiswa yang tinggal di samping dan belakang kampus dari ancama pelecehan sekseual
3. Usut tuntas pelecehan seksual dalam lingkup kampus dan reaktivasi ULT/ PSGA
4. Usut tuntas dosen-dosen yang melakukang pungutan liar dalam kampus
5. Reaktivasi kegiatan malam dikampus
6. Hentikan tindakan represifitas terhadap mahasiswa
7. Usut tuntas calo yang berkeliaran dalam lingkup kampus
8. Usut tuntas ketidak tepatan sasaran penerimaan beasiswa
9. Tolak penerapan program MBKM
10. Usut-tuntas curanmor dalam lingkup kampus
14. Libatkan lembaga kemahasiswaan dalam setiap pengambilan kebijakan kampus
12. Adakan kembali wawancara dalam penetapan UKT/BKT bagi mashasiswa baru
13. Optimalisasi perbaikan fasilitas kampus yang tidak memadai.(rls)




