Koma.co.id, Makassar– Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd mendorong agar setiap kelompok BKB yang ada dilapangan untuk berfokus kepada penurunan stunting dengan melibatkan berbagai mitra kerja, kepala desa dan babinkamtibmas di tingkat Desa/ Kelurahan.
Hal ini disampaikan Andi Rita saat membuka secara resmi pelatihan BKB emas (eliminasi masalah anak stunting) bagi pengelola kelompok BKB tingkat Kab/ Kota se Sulsel angkatan ke II, pada Senin (12/06/23).
Lebih lanjut, dalam sambutannya, Andi Rita menyampaikan bahwa apa yang didapatkan pada Pelatihan BKB emas ini agar dapat diteruskan kepada kelompok BKB yang lain dan berbagi ilmu dalam rangka meningkatkan SDM generasi emas.
Di samping itu, kepala perwakilan BKKBN Sulsel juga mengajak kepada seluruh peserta pelatihan agar dapat menanfaatkan momen pelatihan ini untuk diskusi lebih jauh tentang program Bina Keluarga Balita (BKB) di lini lapangan.
Kegiatan Pelatihan BKB Emas ini dilakasanakan secara Virtual dan berlangsung selama 5 hari mulai tanggal 12 s/d 16 Juni 2023. Diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri dari unsur OPD KB, PKB/PLKB dan Kader BKB dari delapan Kab/Kota yaitu, Kabupaten Barru, Bone, Wajo, Soppeng, Sidrap, Pangkep, Maros dan Kota Pare-Pare.
Sementara itu, Ketua pokja SDM Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan saat menutup kegiatan pelatihan ini menyampaikan bahwa apa yang didapatkan saat pelatihan ini dapat ditindaklanjuti di Kab/Kota masing-masing.
“Perlu kami ingatkan kepada semua peserta pelatihan ini agar rencana tindak lanjut yang telah dibuat, betul-betul dilaksanakan dan dilaporkan kepada OPD KB di Kab/Kota masing-masing. Materi-materi yang didapatkan pada pelatihan BKB emas ini seyogiaya disebarluaskan kepada kelompok BKB dan Kader yang lain di Kab/Kota masing-masing”, ujar Ahmad Harun.(rls)





