KOMA.CO.ID, MAKASSAR – Penolakan terhadap rencana Deklarasi Ganti Presiden 2019 yang dilakukan oleh sekelompok warga Kota Makassar yang diketuai oleh Muhtar Daeng Lau terus mengalir. Aksi penolakan itu tidak hanya melalui aksi unjuk rasa tapi juga mulai massif tersebar di media sosial.
Sejumlah Netizen dalam komentarnya mengatakan bahwa deklarasi ganti presiden adalah gerakan makar. “Tersebar sticker karikatur ganti presiden 2019 adalah gerakan makar” komentar salah seorang warga nitizen siti_badriah dalah akun Instagram.
Dalam sticker kalikatur yang beredar Muhtar Daeng Lau (MDL) Tercatat terlibat sebagai otak peledakan bom MC donald dan NV Haji Kalla priode 5 desember 2002.
Muhtar Daeng Lau adalah warga kelahiran Pangkep yg dipasang sebagai Ketua panitia Deklarasi ganti presiden 2019. Terkait rencana aksi deklarasi aksi presiden yang akan berlangsung di Monumen Mandala pada 12 agustus 2018 hingga kini belum memberikan izin dari Polrestabes Makassar.
Hal serupa juga disikapi oleh aliansi masyarakat cinta NKRI dengan membentangkan spanduk di jl. Urip sumoharjo lonceng maccini dimana isi spanduk tertulis “Panitia Dekrasi Ganti Presiden 2019 Penghianat Bangsa”
Pada sudut selatan kota Makassar juga terlihat sebuah spanduk yang bertuliskan “Joko Widodo Tetap Presidenku” ini menguatkan bahwa masyarakat Sulawesi Selatan tidak menghendaki pelaksanaan deklarasi ganti presiden tersebut tidak dilaksanakan.(*)




