Koma.co.id, Makassar– Pelaku UMKM Kota Makassar mengikuti pelatihan yang diselenggarakan GrabExpress di Swiss-Belhotel Makassar, Selasa, 10 Desember 2019.
Pelatihan yang diselenggarakan guna meningkatkan kemampuan para pelaku usaha dalam memasarkan produk mereka, dimana saat ini telah marak promosi berbasis digital.
“Karena biasanya pelaku online seller ada yang belum memiliki kemampuan untuk bisa berjualan online memanfaatkan fitur yang ada. Jadi tadi diperkenalkan fitur apa sih yang dibuat untuk membantu pelaku UMKM supaya dia bisa mengembangkan usahanya. Jadi mulai kalau ada pengiriman, pelacakan langsung dan sebagainya,” kata Head of GrabExpress Grab Indonesia, Tyas Widyastuti.
Selain itu, para peserta juga diajarkan cara untuk menampilkan produk secara digital, seperti bagaimana menampilkan gambar yang menarik untuk promosi.
“Makanya nanti ada sesi dari fotografer untuk bagaimana mengambil foto yang bagus untuk produk digital untuk memasarkan produknya,” tambah Tyas.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Evy Apriliati menambahkan kehadiran GrabExpress sejalan dengan salah satu upaya Pemerintah Kota Makassar dalam melakukan pembinaan bagi para pelaku usaha.
“Kita sudah lama menyampaikan pada pelaku usaha bahwa di era digitalisasi dimana sekarang persaingannya, kalau kita tidak tau IT tetap terbelakang. Biarpun produk kita bagus kalau kita tidak punya inovasi, mindset yang bagus tidak akan ditau orang.
Dalam data Analisis Hasil Sensus Ekonomi 2016-Lanjutan, Usaha Mikro Kecil (UMK) mulai memperlihatkan peran penting bagi ketahanan dan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan. Hal tersebut terindikasi dari jumlah Usaha Mikro Kecil (UMK) yang mendominasi seluruh wilayah, dengan jumlah hampir mencapai 915.000 unit atau mencakup 98,9% dari total usaha non pertanian di tingkat provinsi. Serapan tenaga kerja di sektor tersebut pun sangat besar, yakni mencapai 2,1 juta orang atau 85,29% dari total tenaga kerja non pertanian.
Kehadiran 5 fitur baru ini sejalan dengan komitmen GrabExpress untuk menghadirkan layanan yang bisa menjadi pendorong pertumbuhan bisnis pelaku UMKM di Indonesia. Terutama mengingat jumlah UMKM di Tanah Air sangat banyak, bahkan memiliki peran vital sebagai salah satu pilar perekonomian nasional. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UMKM tahun 2017 terdapat hampir 63 juta unit UMKM, atau naik 2,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dari total UMKM tersebut, yang paling banyak adalah usaha mikro sejumlah 62 juta unit usaha atau mencapai 98,70 persen dari total UMKM di Indonesia.
GrabExpress merupakan layanan kurir berbasis aplikasi yang memiliki pertumbuhan paling cepat di Indonesia, dan telah melayani 150 kota di seluruh Indonesia. Lebih dari 50% pengguna GrabExpress adalah wirausahawan mikro yang menjual barangnya melalui media sosial maupun marketplace. Jumlah pengiriman harian dengan menggunakan GrabExpress pun telah meningkat lebih dari 20 kali lipat dalam satu tahun terakhir dimana lebih dari 90% jumlah pesanan tersebut tiba tepat waktu di tempat tujuan. Grab juga menghadirkan fitur “Pusat Bantuan” pada aplikasi Grab untuk membantu pelanggan melaporkan kendala yang mereka hadapi.
Berdasarkan temuan riset Tenggara Strategics dan CSIS mengestimasi bahwa pada 2018 Grab berkontribusi sebesar Rp 4,2 triliun ke perekonomian Kota Makassar melalui empat lini usahanya, yakni GrabBike, GrabCar, GrabFood dan GrabKios. “Inisiatif ini selaras dengan misi 2025 ‘GrabforGood’, yang salah satunya berupa komitmen Grab untuk turut meningkatkan keterampilan dan kapabilitas UMKM di seluruh Indonesia. Makassar memiliki posisi yang sangat strategis dan merupakan pintu gerbang perekonomian Sulawesi Selatan. Karena itu, kami yakin perkembangan bisnis dan jangkauan pasar pelaku UMKM di kota ini akan memberikan dampak besar pada kota-kota lain di Sulawesi Selatan, dan lebih besar lagi ke seluruh Indonesia.(Mrw)





