Kampanyekan Germas, Desa Lompulle dan Boyolali Bentuk Kampung Sehat

Desa Lompulle
Kantor Desa Lompulle.(Sumber: www.lompulle.desa.id)

Koma.co.id– Menjaga pola hidup sehat dianggap penting bagi masyarakat. Hal ini juga diterapkan oleh Desa Lompulle, Kecamatan Ganra, Kabupaten Soppeng.

Menerapkan gerakan masyarakat sehat (Germas) untuk masyarakatnya, desa yang dipimpin oleh Amri Naharuddin ini menerapkan pola hidup sehat melalui beberapa program seperti penyuluhan hingga pemeriksaan kesehatan pada masyarakat Desa Lompulle.

“Kami memastikan bahwa program pusat menjadi program andalan kami, karena ini mengenai masyarakat kami. Germas ini merupakan gerakan untuk mengubah pola pikir masyarakat dan aksi,” jelasnya melalui Diskusi Media pada Selasa, 23 November 2021.

Melalui fasilitas kesehatan seperti posyandu, perpustakaan desa, sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masyarakat Desa Lompulle mampu menerapkan sosialisasi gerakan masyarakat sehat.

“Kami sudah membangun kearifan lokal berskala Posyandu, lumbung pangan, ketersediaan fisik. untuk memastikan berafiliasi. Di posyandu para personil memastikan gerakan germas ini berkelanjutan. Kapan berakhir, maka kita sudah memastikan masyarakat harus sehat. Germas ini adalah aksi, kalau tidak ada aski sama saja dengan spanduk lusuh,” lanjut Amri.

Menurut Amri, germas ini juga tidak luput dari dukungan pemerintah daerah untuk merealisasikan gerakan yang mencakum kalangan masyarakat ini. Hasilnya, Desa Lompulle meraih penghargaan Lomba Desa tingkat Propinsi Sulawesi Selatan dan penghargaan Kampung Proklim pada 2020 lalu.

Tidak hanya Soppeng, Sulawesi Selatan. Salah satu kampung germas yang cukup dikenal juga ada di Boyolali, Jawa Tengah.

Dengan dukungan bupatinya sendiri, Kampung Germas Boyolali dibentuk pada tahun 2018 yang kemudian munculnya tokoh-tokoh panutan dan dijadikan sebagai Icon Germas di Boyolali.

“Dari inovasi ini, kami memiliki lima rangkaian kegiatan, yaitu pemasangan stiker mobil dengan branding Germas, Karnaval Germas yang dilakukan di Kecamatan Wonosegoro, jambore untuk kader kesehatan, seminar, dan Ekspo kesehatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Puji Astuti.

Adapun konsep Kampung Germas Boyolali ini terdiri dari beberapa RT (rukun tetangga) dan dari masing-masing RT memiliki keunggulan dalam berperilaku hidup bersih dan sehat seperti RT Toga, RT buah dan sayur, RT anti narkoba, dan lain sebagainya.

Sementara itu, Koordinator Bidang Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas. M. D. Arifi mengapresiasi adanya germas seperti yang dilakukan di Boyolali, Jawa Tengah. Mengingat germas sangat relevan dengan peningkatan daya tubuh mengingat sekarang pada momen Pandemi Covid-19.

“Menyangkut gaya hidup seperti cuci tangan, untuk kurangi beban BPJS dengan mengurangi beban penyakit tidak menular salah satunya menetapkan gaya hidup sehat,” tambah Arifi.

Hal ini juga merupakan arah kebijakan RPJMN Kementerian PPN/Bappenas di masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakilnya Ma’aruf Amin, yakni meningkatkan pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan terutama penguatan pelayanan kesehatan dasar dengan mendorong peningkatan upaya promotif dan preventif didukung oleh inovasi dan pemanfaatan teknologi.

Beberapa di antaranya seperti peningkatan kesehatan ibu, anak, KB, dan kesehatan reproduksi. Kemudian percepatan perbaikan gizi masyarakat, peningkatan pengendalian penyakit, pembudayaan gerakan masyarakat hidup sehat (germas), hingga penguatan sistem kesehatan dan pengawasan obat & makanan.(Mrw)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *