Koma.co.id, Makassar– Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 15 Oktober 2021 di Makassar, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Pintar Pilih Investasi: Properti, Saham, atau Emas”.
Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Social Media Content Kumpulan Emak Blogger, Suciarti Wahyuningtyas; Ketua OKK Sobat Cyber Indonesia, Nathasya Esterita; pendiri Kawancuan.id, Muhammad Fatah Al Falah; dan narablog, Dani Rahmat. Adapun sebagai moderator adalah Richard Lioe. Kegiatan yang diadakan secara gratis ini diikuti oleh 657 peserta. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.
Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Kemudian, Suciarti Wahyuningtyas tampil sebagai pemateri pertama yang membawakan tema “Pekerjaan yang Sedang Berkembang di Era Digital?”. Beberapa di antaranya, kata Suciarti, yaitu kreator konten, desainer laman, social media specialist, programmer, trader, dan bisnis daring. “Kalau mau jadi kreator konten, harus punya konsep dan tujuan. Kreator konten jenisnya ada narablog, instagram, naravlog, podcaster. Asah kemampuan digital agar tidak gagap teknologi, ikuti kelas daring, dan perbanyak kolaborasi,” pesan dia.
Berikutnya, Nathasya Esterita menyampaikan materi berjudul “Tips 101, Aman Berinvestasi di Era Digital”. Beberapa produk investasi di ruang digital, di antaranya saham, reksa dana, emas, aset kripto, properti, dan obligasi. Sebelum mulai investasi, perhatikan legalitas platform tempat menanam dana, keamanan datanya, dan perlindungan terhadap dana/modal. “Ketahui hak konsumen, kenyamanan dan keamanan, hak memilih barang atau jasa yang sesuai nilai tukar dan jaminan, mendapat informasi yang benar, mendapat kompensasi jika barang/jasa yang diterima tidak sesuai,” ucapnya.
Sebagai pemateri ketiga, Muhammad Fatah Al Falah membawakan tema “Digital Culture, Pilih Mana: Menabung atau Belanja Online?” Belanja daring sangat memanjakan karena hemat waktu, ruang, dan tenaga. Selain itu mudah untuk membandingkan harga, privasi terjaga, banyak diskon, dan banyak pilihan cara bayar. Kenyamanan ini dapat memicu hidup konsumtif. Makanya, perlu kemampuan mengatur keuangan secara bijak. “Gunakan aturan 50-20-30. 50 persen untuk kebutuhan, 20 persen untuk tabungan dan investasi, dan 30 persen untuk keinginan,” jelasnya.
Adapun sebagai pemateri terakhir, Dani Rahmat menyampaikan tema “Pintar Pilih Investasi & Bikin Cuan: Properti, Emas, & Saham”. Sebelum berinvestasi, pastikan dana darurat terpenuhi. Untuk single 3 kali pengeluaran bulanan, untuk menikah 6-8 kali pengeluaran bulanan. Kemudian, asuransi utamanya asuransi jiwa minimal BPJS Kesehatan, barulah investasi. “Kunci investasi adalah sisihkan 20 persen di awal. Sebab, kalau di akhir, seringnya tidak terealisasi,” katanya.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiasme peserta dari banyaknya pertanyaan yang masuk ke narasumber. “Bagaimana kita mengelola keuangan di dompet digital yang berpotensi membuat kita konsumtif? Berapa persentase menabung, belanja, khususnya untuk mahasiswa?” tanya Ramin kepada Suciarti Wahyuningtyas.
“Kalau untuk mahasiswa, ada yang dapat uang jajan bulanan atau harian. Tetapi, kita bisa membuat anggaran belanja bulanan. Pisahkan antara konsumsi, dana darurat, sosial, dan tabungan. Menyiasati agar dapat uang lebih, kita bisa bisnis daring, dropshipper, reseller, menulis, desain grafis,” jawab Suciarti Wahyuningtyas.
Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.(rls)





