Perekrutan Non-ASN RS Sayang Rakyat Makassar Sesuai Prosedur

Koma.co.id, Makassar– Sebanyak 80 lowongan tenaga medis non ASN (Aparatur Sipil Negara) dibuka untuk Rumah Sakit Sayang Rakyat Makassar yang telah berlangsung di pertengahan Desember 2019 ini.

Perekrutan berlangsung secara ketat dengan melibatkan sejumlah pengawas seperti Inspektorat, Ombudsman, hingga pihak luar demi melaksanakan penyeleksian yang bersih dari tindak kecurangan.

Direktur Rumah Sakit Sayang Rakyat Makassar, ST Haeriyah menjelaskan, prosedur penerimaan melalui banyak proses.

“Kita mulai dengan pengumuman siapa yang ingin mendaftar, kemudian perekrutan, tahap kedua seleksi berkas. Setelah itu kita tes tertulis, lalu psikotes, kemudian wawancara. Dan dari tahap perekrutan itu oleh internal rumah sakit, dan pada saat pembikinan soal sampai penggandaan itu semua dikawal oleh pihak kepolisian. Kemudian pada saat tes tertulis, dilibatkan inspektorat, ombudsman dan LSM. Jadi mereka ikut mengawas dan juga terlibat dalam pemeriksaan soal dan kami beri kunci jawaban untuk kemudian diperiksa. Semua dapat dibuktikan dalam foto,” jelasnya.

Adapun bidang yang dibutuhkan, yaitu di bidang keperawatan, kebidanan, tenaga admin, dan penunjang

“Karena kita butuh tenaga kerja. Selama ini sudah ada tenaga outsourcing, itu kita evaluasi kembali dan membuka peluang juga untuk orang luar yang mendaftar,” kata Haeriyah.

Sementara itu, Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan, Jamal A. Mappiare menjelaskan tugas pihaknya bersama Ombudsman dan BNPD, yakni melakukan pengawasan sampai pada pemeriksaan. Adapun pemeriksaan dilakukan bersama-sama hingga pengambilan keputusan.

“Dimana penilaian berlangsung secara objektif tanpa ada intervensi. Semua terlibat, termasuk di dalamnya adalah pengawas pihak eksternal,” terangnya.

Terkait dugaan adanya pelanggaran dimana ada peserta yang dianggap lolos tanpa mengikuti ujian, telah dibantah pihak inspektorat adanya dugaan tersebut.

“Setelah kami cek, orangnya memang ada namanya lulus dan memang orangnya sudah dipastikan ada. Sudah dicek semua sesuai indikasi dia lengkap dan ada daftar hadirnya. Jadi yang berpotensi untuk dicurigai ada kecurangan kalau namanya berada di nomor terakhir seperti namanya ada tambahan dalam absen. Tapi yang tadi itu dia namanya ada di tengah. Jadi, tidak ada masalah. Kita tetap bersikap objektif,” kata Jamal.

Melihat adanya isu terkait kecurangan, menurut Jamal pihaknya masih melakukan penyelidikan mengingat ada banyak pendaftar, yakni 823 orang.

“Saat baca beritanya, itu dituliskan kalau yang bersangkutan tidak hadir tapi dinyatakan lulus. Pas dicek, kami tidak menemukan kecurangan itu dan bukan hanya di inspektorat, tapi yang juga akan menindak. Sejauh ini, kami belum mendapatkan adanya tanda-tanda kecurangan,” pungkasnya.(Mrw)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *