SADAP Lakukan Fit and Proper Test di PPP

Koma.co.id, Makassar– Syarifuddin Daeng Punna (SADAP) melakukan fit and proper test di Kantor Sekretariat Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Selasa, 25 Februari 2020.

Kehadiran SADAP pada hari terakhir fit and proper test ini membuka peluang bagi dirinya untuk mendapat usungan rekomendasi partai.

“Ini memang saya berpikir bahwa banyak undangan datang ke saya sedangkan seharusnya hari ini saya berada di kota palu. Karena ini adalah hari terakhir. Dalam agenda fit and proper test ini, orang-orang dari PPP bekerja profesional, kami sharing tentang bagaimana perkembangan baik di bidang ekonomi, pendidikan, masalah wisata,” kata Syarifuddin (SADAP).

Selain dirinya yang merupakan salah seorang kader PPP, yakni pernah menjabat sebagai wakil sekretaris PPP daerah di tahun 2012, bukan berarti dirinya langsung mendapat dukungan 100%.

“Artinya begini, siapapun yang mengusung SADAP, sehingga SADAP harus berkomitmen bagaimana caranya apa yang ada sekarang ini bisa meningkat 100 persen. Selain PPP ada partai lain yang dijalin komunikasi intens seperti Hanura, PKB, Partai Berkarya,” jelasnya.

Mengenai dirinya mendapat dukungan dari sejumlah partai untuk dirinya maju ke Pilkada Kabupaten Gowa, SADAP tetap berkomitmen untuk tetap maju di antara keduanya.

“Saya tidak mau mengecewakan masyarakat yang ada di Kota Makassar khususnya tim yang sudah berusaha berkerja keras. Jadi saya tetap berusaha untuk tepa maju di Pilkada Makassar. Secara otomatis seperti itu. Mudah-mudahan ada gayung bersambut dengan beberapa parpol. Tapi kalau tidak, kembali ke kampung,”

“Kemarin itu, bahwa terus terang ada beberapa parpol yang menyarankan saya untuk fokus ke Pilkada Gowa saja. Sudah ada empat parpol yang meminta saya untuk maju. Dimana itu adalah termpat kelahiran saya. Dan mereka meminta untuk berpasangan dengan Andi Ikhsan anak dari Andi Madusilla,” lanjut SADAP.

Adapun partai yang mengusulkan dirinya maju di Kabupaten Gowa, yakni Gerindra, PKS, Demokrat, dan Partai Golkar.

“Intinya adalah bagaimana di sisa hidup ini bisa menyimpan karya baik di Gowa maupun di Makassar. Antara Gowa dan Makassar ini tidak jauh berbeda,” pungkasnya.(Mrw)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *